Pengumuman ( 1):

Indonesia dan RRC Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Bidang Irigasi


Print Friendly and PDF
Foto :

Chinese National Committee on Irrigation and Drainage, yang disingkat dengan CNCID melakukan technical visit ke beberapa daerah di Indonesia. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang modernisasi irigasi, terutama dari sisi teknologi dan manajemen pengelolaan.

Dalam kunjungan yang berlangsung selama enam hari sejak tanggal 16 sampai dengan 21 November ini rombongan direncanakan melawat ke Bendungan Jatiluhur, di Purwakarta, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Pusair), Bandung, Museum Subak dan Pengamanan Pantai di Bali.

Technical visit CNCID ini merupakan kunjungan balasan setelah ditandatanganinya MOU pada tahun 2013 antara Indonesian National Committee of International Commission on Irrigation and Drainage, yang disingkat INACID, dengan CNCID. Melalui penandatanganan MOU itu diharapkan kedua negara dapat terus menjalin kerja sama dan berbagi pengetahuan serta pengalaman tentang modernisasi dan manajemen pengelolaan irigasi.

RRC (Republik Rakyat Cina) dianggap tepat sebagai mitra kerja sama bidang irigasi karena memiliki kemiripan kondisi sumber daya air dengan Indonesia. Salah satunya adalah tekanan dari besarnya jumlah penduduk terhadap ketersediaan sumber daya air. Selain itu RRC juga memiliki sebaran ketersediaan sumber daya air yang tidak merata. Sama halnya dengan di Indonesia ketidakmerataan ini terutama disebabkan oleh faktor alam. Ketua Delegasi CNCID Ding Kunlun, menjelaskan bahwa bagian selatan China memiliki jumlah lahan lebih sedikit dari bagian utara, atau setara dengan 38% dari total jumlah lahan China. Tetapi bagian selatan ini memiliki ketersediaan air lebih banyak dibandingkan dengan bagian utara, yaitu setara dengan 80% ketersediaan air di China. Sedangkan, kebalikannya, bagian utara China memiliki lahan lebih banyak dari bagian utara, setara dengan 62% dari total lahan. Namun memiliki ketersediaan air yang lebih sedikit dibandingkan bagian selatan, yaitu 20% dari total jumlah ketersediaan air.

Delegasi CNCID dipimpin oleh Ding Kunlun, perwakilan dari China Institute of Water Resources and Hydropower Research. Delegasi lainnya merupakan perwakilan dari Ministry of Water Resources, Development Research Center of the Ministry of Water Resources, serta perwakilan dari Shijin Irrigation Scheme Administration of Hebei Province.

Delegasi ini disambut oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air serta Direktur Irigasi dan Rawa pada Senin (16/11) di Jakarta dan dilanjutkan dengan presentasi mengenai kondisi ketersediaan sumber daya air dan moernisasi irigasi di RRC pada Selasa (17/11) di Jakarta. Presentasi ini dihadiri oleh Direktur Irigasi dan Rawa, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas, serta Ketua Tim Modernisasi Irigasi Indonesia. (Kompu 19/11)