© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Jaringan Irigasi Air Tanah Dukung Program Ketahanan Pangan

Jaringan Irigasi Air Tanah Dukung Program Ketahanan Pangan


Kategori : Berita SDA

  18 Juli 2017



Foto :


 

Untuk mendukung program ketahanan pangan yang tengah diusung oleh Pemerintah, lahan sawah tidak hanya diairi melalui jaringan irigasi permukaan, namun juga melalui jaringan irigasi air tanah, seperti halnya di beberapa daerah yang terdapat di Wilayah Sungai Bengawan Solo.

 

“Jaringan Irigasi Air Tanah merupakan kegiatan Pendayagunaan Air Tanah untuk keperluan Irigasi persawahan produktif yang belum terlayani jaringan irigasi air permukaan. Hal ini untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah,” sebagaimana dijelaskan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso dalam peresmian sarana dan prasarana Jaringan Irigasi Air Tanah oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (17/7).

 

Seremoni yang berlangsung di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini, meresmikan tidak hanya satu, melainkan enam sarana dan prasarana Jaringan Irigasi Air Tanah, yang terletak di beberapa tempat di Jawa Tengah. Keenam sarana dan prasarana yang diresmikan terletak di antaranya di Desa Joho Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten dengan debit aliran 15 ltr/dtk dan luas area yang dilayani 25 Ha. Masih Kabupaten Klaten yaitu di Desa Majegan Kecamatan Tulung dengan debit aliran 15ltr/dtk dan luas area yang dilayani 20 Ha.

 

Berikutnya terdapat dua desa di Kabupaten Karanganya, yakni di Desa Kragan Kecamatan Gondangrejo dengan debit aliran 20 ltr/dtk dan seluas 25 Ha area pelayanan. Juga di Desa Rejosari Kecamatan Gondangrejo dengan debit aliran 20 ltr/dtk dan luas area pelayanan 25 Ha. Selanjutnya dua Jaringan Irigasi Air Tanah yang turut diresmikan terletak di Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen, yaitu di Desa Suwatu dengan debit aliran 20ltr/dtk dan luas area yang dilayani 25 Ha, serta di Desa Pengkol dengan debit aliran 20ltr/dtk dan area pelayanan seluas 25 Ha.

 

“Sehingga dari enam lokasi tersebut total debit pengaliran sebesar 110 ltr/dtk dengan total area layanan seluas 145 Ha,” jelas Direktur Jenderal SDA. Sarana dan prasarana Jaringan Irigasi Air Tanah yang terletak di Desa Joho ini salah satunya berupa sumur pompa. Sumur dengan spesifikasi sistem submersible, berkapasitas 15 ltr/dtk, dilengkapi oleh pembangkit listrik berupa generator set berkekuatan 37,50 KVA ini, sudah siap untuk dioperasikan, ditata dan atau dikelola oleh sebuah kelompok tani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mulia Karya.

 

Dalam hal ini, Menteri Puan Maharani berpesan agar para petani dapat memelihara sarana dan prasarana Jaringan Irigasi Air Tanah tersebut, “Saya berharap ke depannya sumur pompa ini akan dipergunakan sebaik-baiknya. Bukan hanya diterima, tetapi dirawat dan dipelihara,” ujarnya. Ditambahkan oleh Menteri Puan bahwa bila biasanya di musim kemarau tanah kering namun dengan adanya pompa tanah tetap bisa ditanami. “Mudah-mudahan kelompok tani di sini bisa saling bahu membahu pompa air,” tekannya yang segera disambut jawaban “iya” oleh para petani yang hadir di lokasi peresmian.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena telah membangun berbagai infrastruktur di Jawa Tengah. “Infrastruktur utk rakyat di Jawa Tengah tidak hanya yg besar-besar, tetapi yang seperti ini langsung dinikmati oleh masyarakat”. Senada dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Puan Maharani menyatakan bahwa infrastruktur seperti ini biayanya mungkin saja tidak terlalu besar, tetapi manfaatnya besar dan dapat dirasakan langsung.

Turut hadir dalam peresmian Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Pelaksana Tugas Bupati Klaten, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Klaten, Kepala Bappeda Kabupaten Klaten, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR. (kty/ech KompuSDA)

 


Bagikan :

Cetak