Pengumuman ( 5):

Jawa Timur Optimis Jadi P3A Percontohan Nasional


Print Friendly and PDF
Foto :

 

Selasa, 13 Juni 2017, tim juri Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Tingkat Nasional 2017 yang dipimpin oleh Djito tiba di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso untuk melakukan visitasi lapangan ke HIPPA Sido Makmur yang masuk dalam 5 nominasi. Kedatangan tim juri ini disambut baik oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Hidayat, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bondowoso Karna Suswandi, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

 

Lomba P3A Tingkat Nasional Tahun 2017 merupakan suatu ajang yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian dan partisipasi P3A dalam pengelolaan irigasi; mendorong peningkatan kompetensi dalam hal teknik keirigasian, teknik pertanian, kelembagaan, sosial-ekonomi dan finansial; sekaligus mendorong peningkatan kinerja dengan memberikan apresiasi pada P3A yang mempunyai kinerja terbaik.

 

Karna Suswandi dalam sambutannya menyampaikan dasar dari pendirian HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) Sido Makmur adalah Perda Propinsi Jawa Timur No.16 Tahun 1980 tentang HIPPA; Perda Kabupaten Bondowoso No.13 Tahun 2008 tentang Irigasi; dan Peraturan Menteri Pertanian No.79 Tahun 2012 tentang Pedoman Pembinaan dan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). “Bagi saya bukan perbedaan nama HIPPA atau P3A-nya tetapi bagaimana kreatifitas dan inovasi dari HIPPA atau P3A yang ada di daerah mampu memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada disekitarnya,” ujar Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bondowoso ini semangat.

 

Karna menambahkan sampai saat ini sudah ada beberapa inovasi yang dilakukan HIPPA Sido Makmur diantaranya menanam padi gorontalo dengan sistem blok yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Indutri Agro Kementerian Perindustrian dan menghasilkan 19,5 ton beras. Pola tanam dengan sistem blok ini juga telah dicoba untuk jenis padi lainnya seperti padi hibrida P05 dengan hasil 12 ton, padi hibrida PP3 yang menghasilkan 11,2 ton dan beras merah dengan hasil 12,7 ton. “Di samping itu, HIPPA Sido Makmur juga telah berhasil menjadi Juara 1 Kategori Kepala UPTD Tingkat Nasional Tahun 2015 dan Juara 1 Lomba OP Tingkat Nasional 2016 untuk Kategori Juru Pengairan. Kami optimis bisa menjadi P3A Model Tingkat Nasional di tahun ini,” tutur Karna.

 

Djito juga memaparkan beberapa sistem penilaian dalam visitasi lapangan tersebut yang nantinya menyumbang bobot nilai sebesar 60% dari keseluruhan total nilai Lomba P3A Tingkat Nasional. “Pada tahap visitasi lapangan ini, aspek yang akan dinilai adalah pembiayaan, kelembagaan, teknis irigasi, dan teknis pengairan. Poin-poin tersebut yang harus dibuktikan kebenarannya oleh HIPPA Sido Makmur sesuai dengan presentasi yang telah dijabarkan pada tahap seleksi pertama,” jelasnya. (dro KompuSDA)