Pengumuman ( 1):

Jokowi Tinjau Waduk Muara Nusa Dua di Bali


Print Friendly and PDF
Foto : Jokowi Tinjau Waduk Muara Nusa Dua di Bali

Bali sudah menjadi destinasi wisata internasional yang membanggakan Indonesia. Setiap tahunnya, wisatawan mancanegara terus berdatangan ke Pulau Dewata ini untuk menikmati keindahan alam dan budayanya. Bukan itu saja, wisatawan dari domestik juga beramai-ramai menikmati pesona wisata yang ada di negeri mereka ini. Kalau kamu sudah pernah belum? Semoga bisa jadi salah satu wishlist kamu ya Sob. Dijamin bakal nagih loh.

 

Karena semakin populer, tentu saja semakin banyak perubahan yang terjadi di Pulau Dewata tersebut, diantaranya pertumbuhan industri (semua sektor), dan meningkatnya jumlah penduduk baik yang sementara (wisatawan) maupun tetap. Perubahan yang terjadi diberbagai sector tersebut tentu saja akan berpengaruh pada kebutuhan airnya. Kalau tidak diantisipasi sejak dini, bisa-bisa Bali akan kewalahan nanti. Jadi, Ditjen SDA melalui BWS Bali Penida segera membenahi dan membangun berbagai infrastruktur sumber daya air. Banyak lah pokoknya. Salah satunya dengan merehabilitasi, meningkatkan, dan menata Kawasan Wisata Waduk Muara yang ada di Kota Denpasar. Kegiatan ini dilaksanakan karena semakin tingginya tingkat sedimentasi ke waduk yang tentu saja akan mengurangi kapasitas tampungannya, meningkatnya kebutuhan air baku, dan ini yang paling sering terjadi, apalagi kalau bukan banyaknya sampah yang masuk ke waduk, jadinya kualitas airnya menurun.

 

Agar kegiatan ini terlaksana dengan baik, Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, juga Dirjen SDA Hari Suprayogi datang untuk melihat langsung sudah sejauh apa progres kegiatannya. Tak lupa, Jokowi menyemangati para pekerja agar selalu memberikan yang terbaik, juga mengingatkan masyarakat setempat agar ikut serta menjaga lingkungan.

 

Pengerukan sedimentasi akan mengembalikan tampungan efektif Waduk Muara yaitu sebanyak 595.000 meter kubik. Tidak hanya itu, perbaikan penampang tanggul juga dilakukan, pun membuat saluran pengarah dan trashrack untuk mengangkat sampah agar kualitas airnya tetap baik. Satu yang terpenting adalah suplai air baku akan meningkat yang tadinya hanya 300 liter/detik menjadi 500 liter/detik. (kompuSDA)