Pengumuman ( 5):

KNIBB Selenggarakan Seminar Potensi Tantangan Bendungan Besar


Print Friendly and PDF
Foto :

Jakarta--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam periode 2015-2019 menargetkan pembangunan sebanyak 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan merupakan lanjutan (on going) dan 49 bendungan baru. Selain itu untuk mendukung Nawa Cita mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan air, juga akan dibangun 1 juta hektar jaringan irigasi baru dan merehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi yang ada.

Target besar tersebut tentunya perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) profesional dalam jumlah yang besar yang akan terlibat mulai dari pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan bendungan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anita Firmanti saat membacakan sambutan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat membuka seminar Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan 2017 yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB), di Auditorium Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (20/9).

Seminar dihadiri mantan Menteri PU Djoko Kirmanto dan Suyono Sosrodarsono, para pejabat pratama, para pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan bendungan, serta diikuti sebanyak 470 para ahli pengelolaan sumber daya air dan bendungan mengusung tema: "Potensi Tantangan Bendungan Besar Abad Ke-21 di Indonesia".

Dalam sambutannya, juga disampaikan nilai-nilai budaya kerja yang harus dipegang oleh para ahli bendungan yakni selain profesional, juga harus memiliki mental yang kuat, bersih, memiliki jiwa seni, serta menyelesaikan pekerjaan dengan tepat mutu dan waktu.

Disamping itu pula, peran para ahli bendungan professional diharapkan ke depan harus lebih hebat, tidak hanya dalam merencanakan, membangun, dan mengendalikan bendungan, tetapi juga harus hebat dalam mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi pada bendungan seperti ancaman kekeringan yang kerap terjadi di Indonesia.

Hingga tahun 2017, terdapat 7 bendungan yang telah selesai (Bendungan Jati Gede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, dan Teritip), dan dalam waktu dekat, Kementerian PUPR akan akan segera meresmikan Bendungan Raknamo di NTT dan Bandungan Tanju di NTB. Terdapat juga 30 bendungan masih dalam proses konstruksi, dan tahun 2017 akan dimulai pembangunan 9 bendungan baru. Bendungan tersebut berada di provinsi Sulawesi Selatan, Sumaatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Maluku, serta NTT.

Sementara Ketua Komite Nasional Indonesia-Bendungan Besar (KNI-BB) Hari Suprayogi mengatakan per 31 Agustus 2017, sertifikasi keahlian bendungan besar telah dimiliki oleh 810 orang yang terdiri dari ahli pemula 129 orang, ahli muda 352 orang, ahli madya 236 orang, serta ahli Utama 94 orang.

Pada seminar tersebut menyajikan berbagai bahasan dari para ahli bendungan. Dari 22 karya tulis ilmiah, beberapa diantaranya adalah “Tantangan Dan Solusi Bendungan Besar Abad 21,”oleh Aries F. Firman, “Pola Operasi Bendungan Menghadapi Perubahan Iklim,”oleh Pranu Arisanto, “Penyediaan Air Pada Pembangunan Bendungan di Daerah Kering Dengan Memperhatikan Kearifan Lokal,”oleh Rachmanu Budi P, Iwan Budianto, dan Bambang Daryono.(Iwn)

  • Tentang Ditjen SDA

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Bantuan


    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gd. Ditjen Sumber Daya Air 
    Kementerian PUPR
    JL. Pattimura 20, Kebayoran Baru 
    Jakarta - Indonesia - 12110 
    Phone/Fax: (021)-7396616 (Hunting)
    Email: kompusda[at]pu.go.id atau kompu.sda[at]gmail.com

  • Publikasi

  • Media Sosial Kami