© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kolokium Sumber Daya Air 2015: Inovasi Kaum Muda Dibutuhkan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

Kolokium Sumber Daya Air 2015: Inovasi Kaum Muda Dibutuhkan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air


Kategori : Berita SDA

  22 Mei 2015



Foto : 22052015


Pusat Litbang Bidang Sumber Daya Air menggelar kegiatan Kolokium hasil Litbang Sumber Daya Air tahun 2015 yang bertema “Peran Litbang Sumber Daya Air dalam menunjang Pembangunan Berkelanjutan menuju Kedaulatan Pangan dan Energi” yang digelar pada tanggal 18-21 Mei 2015 di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan kolokium ini juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-23 yang bertema “Air dan Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia dalam menyebarluaskan hasil litbang kepada masyarakat luas, serta ajang bertukar pikiran antar para peneliti, pengambil kebijakan, akademisi dan praktisi dalam rangka pengelolaan sumber daya air.

Salah satu rangkaian yang terdapat dalam kegiatan Kolokium ini adalah adanya kegiatan sosialisasi dan konsultasi permasalahan bidang sumber daya air (home doctor). Home doctor merupakan salah satu rangkaian kegiatan pelayanan advis teknis bidang sumber daya air dan didukung oleh tim tenaga ahli, laboratorium pengujian, serta teknologi hasil litbang. Home Doctor adalah konsep baru dalam pemberian layanan advis teknis, di mana pada pemberian layanan ini para stakeholder yang memiliki permasalahan di bidang sumber daya air diundang ke Puslitbang SDA untuk berkonsultasi langsung dengan ahli terkait. Keterkaitan antara air dan energi dalam rangka mengendalikan ketersediaan air dan energi sesuai dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Dalam kolokium bidang sumber daya air di Puslitbang Air tahun 2015 ini sebanyak 727 makalah dari 576 sekolah yang berasal dari 2120 siswa dari 32 propinsi telah masuk ke meja penilai. Bahkan ada yang berasal dari Bangkok, Thailand.

Dalam sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi, disampaikan bahwa inovasi dikembangkan karena perkembangan negara sangat bergantung pada generasi muda yang mengembangkan kompetensi dan inovasi. Tanpa inovasi terutama yang datang dari pikiran-pikiran kaum muda, pembangunan Indonesia ke depan hanyalah ilusi.

Menteri PUPR sangat mengharapkan langkah-langkah yang terintegrasi terutama dalam hal penghematan dan daur ulang air. “Ke depan diharapkan terus ada komitmen untuk mendorong hasil-hasil litbang yang telah diuji di lapangan jelas,” jelas Mudjiadi lagi.

Sementara itu di tempat yang sama, Ir.Hari Suprayogi, M.Eng, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA, yang membacakan sambutan dari Kabalitbang Kemen PUPR, mengatakan bahwa ketahanan air sebagai backbone untuk pertumbuhan eneri dan kedaulatan pangan. Tantangan air saat ini adalah kerap terjadinya konflik kepentingan manusia dan air. Ego sektoral sangat kuat dengan hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, sehingga mengesampingkan unsur-unsur yang kerap hubungannya dengan lingkungan hidup. “Begitupun tata kelola yang efektif diperlukan sebagai pemecah konflik kepentingan manusia dan air, yang dibarengi dengan ketegasan dalam penegakan hukum,” jelas Hari Suprayogi.


Bagikan :

Cetak