© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur SDA di Medan

Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur SDA di Medan


Kategori : Berita SDA

  09 Mei 2016



Foto : Hari Suprayogi (Direktur Sungai & Pantai) memberikan penjelasan tentang infrastruktur SDA


Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja untuk meninjau infrastruktur Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Provinsi Sumatera Utara pada 2-4 Mei 2016. Kunjungan kerja ini merupakan salah satu program kerja Komisi V DPR RI pada masa reses persidangan ke IV. Rombongan yang terdiri dari 18 anggota dan dipimpin oleh H Muhidin M Said tersebut didampingi oleh Hari Suprayogi selaku Direktur Sungai dan Pantai, dan Barru Panjaitan yang merupakan Kepala BWS Sumatera II. Infrastruktur yang ditinjau dalam kunjungan kerja tersebut adalah penanggulangan banjir kota Medan pada pekerjaan perkuatan tebing Sungai Deli.

 

Barru menyampaikan bahwa sungai Deli adalah sungai yang mengalir membelah kota Medan yang merupakan bagian dari Wilayah Sungai Belawan Ular Padang (BUP) yang terkategori sebagai Wilayah Sungai Strategis Nasional yang merupakan kewenangan pusat. Luas DAS Deli adalah sebesar 367,02 km2 (6,05%) dari total DAS Belawan Ular Padang sebesar 6.065,86 km2 dengan panjang sungai ± 73 km.

 

Pengendalian Banjir Kota Medan pada mulanya direncanakan dan dilaksanakan dengan menangani daerah hilir Sungai Deli, yaitu mulai dari pertemuan Sungai Deli dengan Sungai Babura hingga ke arah hilir (termasuk anak sungainya). Kapasitas alir air sungai tersebut ditingkatkan untuk dapat menampung dan mengalirkan debit air dengan periode ulang 10-15 tahunan. Menurut Barru, perlu adanya peran serta pemerintah provinsi dalam pembebasan lahan untuk mendukung pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan dalam pengendalian banjir Kota Medan dan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar bantaran sungai dengan tidak membuat bangunan-bangunan liar di sekitar Sungai Deli yang telah diselesaikan pelaksanaan konstruksinya dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

 

Barru juga menambahkan, dengan perubahan dan perkembangan kota Medan, maka rencana pengendalian banjir disesuaikan hingga mencapai periode ulang 50 tahunan. Hal ini terkait dengan pemenuhan kebutuhan air untuk penduduk kota Medan yang menjadi hal yang sangat penting. (dro/kompusda)


Bagikan :

Cetak