Pengumuman ( 1):

Kunjungan Presiden RI ke Waduk Gondang


Print Friendly and PDF
Foto : Kunjungan Presiden RI ke Waduk Gonggang
Presiden Joko Widodo melakukan rangakaian kunjungan kerjanya di Solo, salah satunya dengan meninjau progress pembangunan Waduk Gondang yang membedung Sungai Melikan (Garuda) yang terletak di Desa Gempolan dan Desa Ganten, Kecamatan Kerjo serta Desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (11/3). Saat meninjau Waduk Gondang, Presiden mengatakan bahwa pembangunan Waduk Gondang saat ini sudah mencapai 24 persen dari target 19 persen dan diharapkan akhir 2017 sudah selesai karena dikerjakan dengan 3 shift. “Nanti alirannya 80 persen ke Sragen dan saya harapkan setelah selesainya waduk akan meningkatkan produksi padi dan produksi lainnya,” lanjut Joko Widodo.

Saat melakukan peninjauan, Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi, Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Imam Santoso dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Ditjen SDA Yudi Pratondo.
 
Presiden yang akrab disapa Jokowi ini menuturkan bahwa tahun kemarin ada tiga belas pembangunan waduk, tahun ini delapan pembangunan dan masih menyisakan 28 pembangunan lagi. "Dalam pembangunan waduk, ada yang selesai dalam tiga tahun, dua setengah tahun dan ada juga yang sampai empat tahun, tergantung dari besar kecilnya waduk," jelas Jokowi.
 
Pembangunan Waduk Gondang sangat diperlukan dalam rangka pengembangan infrastruktur irigasi guna mendukung ketahaan pangan nasional dan pengendali banjir di wilayah Kabupaten Karanganyar. “Waduk Gondang tampungannya 9,15 juta meter kubik, panjang bendungan 604 meter dan tingginya 71 meter (dari galian pondasi), pemanfatannya adalah untuk meningkatkan intensitas tanam di daerah irigasi seluas 4.680 Ha. Saat ini intensitas masa tanamnya adalah 1,4 sampai 1,6 kali per tahun, dengan adanya waduk ini diharapkan meningkat menjadi 2,5 kali masa tanam per tahun,” ucap Mudjiadi.

“Kini pembangunan waduk tersebut sedang dalam tahap pembangunan spillway, tubuh bendungan dan diversion tunnel. Manfaat lainnya adalah untuk air baku sebanyak 200 liter per detik, konservasi daerah aliran sungai (ground water recharge), retensi banjir sekitar ± 2 juta meter kubik dan juga dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan olahraga air,” tutup Mudjiadi. (arg/KompuSDA)