© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Pembangunan Bendungan Memerlukan Dukungan Semua Pihak

Pembangunan Bendungan Memerlukan Dukungan Semua Pihak


Kategori : Berita SDA

  02 September 2015



Foto : 18062015


Saat ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 65 bendungan TA 2014-2019 yang terdiri dari 16 bendungan on going (2014), 13 bendungan (2015), rencana 9 bendungan (2016), rencana 8 bendungan (2017), rencana 11 bendungan (2018) dan rencana 8 bendungan (2019). Ada 2 (dua) bendungan yang sudah kontrak yaitu bendungan Lolak (Sulawesi Utara) dan bendungan Logung (jawa Tengah). Dan yang sudah groundbreaking ada 2 yaitu bendungan Krueng Kreuto (Aceh) dan bendungan Raknamo (Nusa Tenggara Timur). Sebenarnya akan ada penandatangan kontrak 4 bendungan lagi yaitu bendungan Karian (Jawa Barat), bendungan Tanju (NTB), bendungan Mila (NTB) dan bendungan Passeloreng (Sulawesi Selatan). Anggaran untuk 13 bendungan TA 2015 adalah sebesar Rp 10,5 trilyun. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi dalam wawancaranya dengan media news online detik.com dan kontan.com di Jakarta (170615).

“Selama ini dalam pembangunan bendungan kendala kita memang di lahan, seperti lahan hutan, lahan non hutan, tanah negara dan tanah penduduk, dan masalah sosial, contohnya Bendungan Pidekso yang melibatkan tanah rakyat dan masih negosiasi jalan masuk. Berbeda dengan bendungan Jatigede yang terkendala dengan masalah sosial. Adapula bendungan Tapin yang masih mencari solusi karena berhubungan dengan hak ulayat masyarakat setempat. Dan semakin bnayak orang yang menempati suatu wilayah maka negosiasi untuk pembebasan lahan semakin sulit. Hal ini ditambah lagi dengan permasalahan lahan pengganti apabila bendungan tersebut berada di lahan hutan sehingga kita harus mencari pengganti lahan hutan tersebut. Dalam hal ini memang dibutuhkan peran dan dukungan dari pemerintah daerah setempat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK),” lanjut Mudjiadi.

Mudjiadi berharap penyelesaian masalah tersebut dapat segera diatasi mengingat kebutuhan akan sumber daya air semakin meningkat sehingga diperlukan solusi secara struktural dan non struktural, mengingat bendungan mempunyai banyak fungsi seperti untuk irigasi, reduksi banjir, air baku dan listrik.

Bendungan yang ada di Indonesia sekitar 209 buah, dengan adanya penambahan bendungan sebanyak 65 buah maka nantinya total bendungan yang ada di Indonesia sekitar 274 buah.


Bagikan :

Cetak