© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Penandatanganan Kontrak Pembangunan Jaringan Air Baku kawasan Bregas Tahap III Tuk Sunarsih

Penandatanganan Kontrak Pembangunan Jaringan Air Baku kawasan Bregas Tahap III Tuk Sunarsih


Kategori : Berita SDA

  01 Desember 2014



Foto : 01122014


Penandatangan kontrak antara Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melalui Balai besar Wilayah (BBWS) Sungai Pemali-Juana dengan penyedia jasa PT. Wijaya Karya(Persero), Tbk. Dengan konsultan supervisi konstruksi PT. Vitraha Consindotama dilaksanakan dengan dihadiri Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) dan para Direktur di lingkungan Ditjen SDA (01/12). Yang menandatangani mewakili Ditjen SDA adalah Agnes Yustikarini, dan mewakili Wijaya Kaya adalah Tariman Prasetyo.

“Pembangunan Jaringan Air Baku kawasan Bregas adalah bagian dari target kerja Ditjen SDA untuk tahun 2015-2019, sehingga diingatkannya untuk bekerja dengan sebaik-baiknya,” ujar Mudjiadi

 

Kepala BBWS Pemali Juana Bobby Prabowo mengatakan bahwa Bregas merupakan prioritas utama untuk kawasan Pantura Jawa (untuk wilayah Brebes, Tegal dan Slawi) yang hingga kini masih sering kekurangan air bersih terutama di musim kemarau.

 

Anggaran pelaksanaan untuk Jaringan air baku Bregas tahap III (Tuk Suniarsih) ini bernilai kontrak sejumlah Rp 103,56 M dengan nilai supervisi sejumlah Rp 25,5 M untuk pelaksanaan tahun anggaran 2014-2016.

 

Pembangunan Jaringan air baku kawasan Bregas berkaitan dengan target Millenium Development Goals (MDGs), di mana Pemerintah telah mencanangkan program penyediaan air bersih melalui penambahan 10 juta sambungan rumah hingga tahun 2015. Pembangunannya merupkan program terpadu Ditjen SDA dengan Ditjen Cipta Karya, dengan melibatkan Pemerintah Daerah setempat. Bersdasarakan hasil kkoordinasi dan keterpaduan program, maka pembangunan jaringan air baku Bregas secara garis besar telah dibagi menjadi tiga tahap, berupa pembangunan jaringan air baku Bregas tahap I (Banyuudal-Serang-Yamansari), yang berkapasitas debit 250 lt/det, dan sudah dimanfaatkan di tahun 2012 sesuai debit rencana. Selanjutnya adalah tahap II (Tuk Suci), yang berkapasitas sama, yakni dengan debit 250 lt/det, saat ini sudah dalam kondisi dimanfaatkan sejak pertengahan tahun 2014. Untuk selanjutnya adalah tahap III (Tuk Suniarsih)yang memiliki kapasitas debit 150 lt/det.


Bagikan :

Cetak