© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Pengeboran Sudetan Kali Ciliwung 24 Jam dan 2 Shift Per Hari

Pengeboran Sudetan Kali Ciliwung 24 Jam dan 2 Shift Per Hari


Kategori : Berita SDA

  02 Oktober 2015



Foto : 02102015


Pekerjaan pengeboran sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur akan terus dilaksanakan 24 jam dengan dua shift dalam satu hari. Pembangunan terowongan sudetan Kali Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur (KBT) sepanjang 1.270 meter dengan 2 jalur terowongan yang masing-masing pipa berdiameter 3,5 meter, berfungsi untuk mengalirkan sebagian debit banjir Kali Ciliwung sebesar 60 meter kubik perdetik. Lokasi pekerjaan inlet sudetan dari Kali Ciliwung Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur sampai dengan outlet sudetan di Kali Cipinang, atau Kanal Banjir Timur Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, T. Iskandar, ketika melihat kondisi pembangunan terowongan sudetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur. Dan turut dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan SDA Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan SDA, William Marcus Putuhena. 

Kunjungan tersebut dimulai dari arriving shaft di jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur. Saat berada di outlet sudetan Kali Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, rombongan masuk untuk melihat kondisi terowongan serta menyusuri terowongan jalur sisi timur untuk melihat kondisi bagian dalam sudetan yang hampir tembus ke arriving shaft di jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Untuk jalur selatan sudah diselesaikan sepanjang 564 meter dan sisi sebelah timur sudah diselesaikan lebih kurang 540 meter. Jadi kira-kira sekitar 24 meter lagi akan mencapai posisi di arriving shaft di Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur. Kendala yang dihadapi pada hari ini adalah banyaknya butiran batu yang ada di dalam tanah, hal tersebut akan menghambat proses pengeluaran lumpur tanah hasil pengeboran sehingga perlu dilakukan secara manual karena pompa hanya dapat mengalirkan lumpur bukan batu-batuan. Diperkirakan tanggal Sepuluh Oktober akan selesai hingga arriving shaft di Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur, “ katanya.


Bagikan :

Cetak