© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Penguatan Infrastruktur Situ Front City Kabupaten Bogor

Penguatan Infrastruktur Situ Front City Kabupaten Bogor


Kategori : Berita Balai

  03 Maret 2016



Foto :


Dalam rangka pelaksanaan salah satu dari tahapan perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Bogor Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Bogor menyelenggarakan Musyawarah Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor tahun 2017 Tahun Pelaksanaan 2016. Musyawarah Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor merupakan forum antar kepentingan dalam rangka membahas penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Adapun tujuan khusus pelaksanaan musrembang RKPD di Kabupaten Bogor kali ini adalah mempertajam konsep penguatan infrastruktur di Kabupaten Bogor, memperkuat konsep infrastruktur dalam rangka penataan dan pemanfaatan situ dan menggali peluang mewujudkan icon “Situ Front City”.

Acara Musrembang Kabupaten Bogor diselenggarakan di Gedung Tegar Beriman, Kompleks Pemda Bogor, Rabu,(2/03/2016). Musrembang Kabupaten Bogor ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor serta anggota, Ketua BAPEDDA Kabupaten Bogor, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Bogor, perwakilan organisasi Kabupaten Bogor, perguruan tinggi di Bogor, Asosiasi profesi, Dunia usaha, Lembaga swadaya masyarakat dan Media Massa. Acara juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba desain Kota Situ dan diskusi dengan tema “Penguatan Infrastruktur Situ Front City”.

Kepala Bapedda Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menyampaikan di kawasan Situ Front City akan dibangun dan ditata mana areal konservasi, publik atau sosial, dan komersial. Pembangunan perwujudannya tidak hanya didanai dari APBD, sebab pemeliharaan manajemen situ sangat kompleks dan memerlukan biaya besar, katanya.

Rencana Kabupaten Bogor untuk membangun City Branding Cibinong Raya dengan Icon Situ Front City dapat dijelaskan kedudukan Kota Cibinong tidak dapat dipisahkan dari peran dan fungsi Kabupaten Bogor sebagai kawasan strategis nasional dan bagian dari metropolitan Jabodetabekpunjur. Cibinong Raya (Kecamatan Cibinong, Citeurep, Bojonggede, Tajurhalang, Sukaharja, dan Babakan  Madang) akan didorong menjadi pusat kegiatan wilayah promosi. Sebagai salah satu upaya mewujudkan salah satu penciri termaju tersebut, Kabupaten Bogor merencanakan pembangunan Cibinong Raya berbasis Situ dengan latar belakang potensi situ yang dimiliki. Sebanyak 17 Situ yang yang tersebar di di Cibinong Raya akan dijadikan prototype pembangunan situ lainnya di Kabupaten Bogor yang berjumlah total 95 situ. Dari 17 Situ, tiga situ ditetapkan dibangun terlebih dulu dan menjadi langkah awal pembenahan dan penataan Cibinong Raya. Ketiga situ itu adalah Situ Cikaret di Kelurahan Harapan Jaya, Situ Cibinong di Kelurahan Tengah dan Situ Kebantenan di Kelurahan Pakansari. Rencana Program Situ Front City di ketiga situ ini diharapkan mulai dilakukan tahun depan.

Bupati Kabupaten Bogor Nurhayati dalam sambutannya menegaskan “Dengan aset 17 situ di Cibinong Raya, mudah-mudahan Situ Front City ini menjadi ikon kabupaten. Secara bertahap di tahun ini lima situ yang ada di Cibinong akan di revitalisasi, mudah-mudahan tahun berikutnya lima situ, lima situ, dan seterusnya sehingga semua beres. Tahun ini 2016 pemerintah pusat mengucurkan dana untuk revitalisasi situ, mudah-mudahan untuk mewujudkan Situ Front City ini mungkin kami diberi kesempatan pemerintah pusat untuk mengelolanya bersama pihak swasta,” ungkapnya.

Dalam diskusi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Ir. T. Iskandar, MT mengatakan rencana Pemerintah Kabupaten Bogor akan menampilkan situ sebagai fokus pembangunan kota sangat tepat. Dari 183 situ yang tersebar diwilayah Jabodetabek, hampir 50 persen berada di Kabupaten Bogor. Apa lagi, ada kecenderungan sulitnya mempertahankan ruang biru dan ruang hijau akibat agresifnya okupasi lahan. Ruang biru dan ruang hijau itu haruslah bisa dipertahankan dan dijaga dari masa kemasa yang akan datang. Pelestarian Situ dengan mempertahankan bidang basah yaitu luasan yang dapat ditempati air sebagai tampungan air alami serta area sekeliling situ berupa sempadan situ sebagai batas perlindungan situ. Garis sepadan situ berada paling sedikit sepanjang 50 m mengelilingi situ dari tepi air tertinggi yang pernah terjadi.  â€œSitu Kebantenan dengan luas bidang basah 5,7 ha dan Situ Cikaret  dengan luas bidang basah 31 ha sangat tepat dijadikan percontohan pemeliharaan dan pengembangan Situ Front City, mudah-mudahan ditahun 2017 nanti sudah terwujud, Situ Kebantenan dan Situ Cikaret menjadi awal program Situ Front City. Kami sangat mendukung,” katanya.

Dukungan yang sama juga disampaikan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pembangunan wilayah pariwisata, termasuk di dalamnya revitalisasi dan pengembangan situ dari Jakarta sampai Sukabumi, merupakan rencana pembangunan strategis di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Humas BBWSCC


Bagikan :

Cetak