© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Penurunan Muka Tanah di Berbagai Wilayah Secara Global Makin Mengkhawatirkan

Penurunan Muka Tanah di Berbagai Wilayah Secara Global Makin Mengkhawatirkan


Kategori : Berita SDA

  02 September 2015



Foto :


Sebagai bagian dari acara Indonesia International Water Week 2015 yang digelar dari 24-26 Mei 2015, Water, Sanitation and Cities Forum & Exhibition menggelar diskusi panel membahas penurunan muka tanah (land subsidence) yang kian mengkhawatirkan di sejumlah kota di dunia, khususnya Jakarta (27/5). Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut antara lain Takashi Kojima, President of Japan Urban Resilience Corporation; Devin Galloway, pakar hidrogeologi dari Amerika Serikat; Prof. Masyhur Irsyam dan Heri Andreas dari Institut Teknologi Bandung; Pham Van Hung, Director of Center for Water Resources Technology for the South of Vietnam; dan Dr. Ir.Arie Setiadi Moerwanto,M.Sc, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.


Dalam diskusi tersebut Devin Galloway menyatakan bahwa tren land subsidence di daerah pesisir dan pedalaman meningkat secara global seiring dengan meningkatnya overeksploitasi air tanah, minyak dan gas yang abai terhadap prinsip-prinsip pembangunan kota yang berkelanjutan. “Jakarta sebagai salah satu kota besar di dunia yang terdampak land subsidence juga tengah mengalami peningkatan permukaan air laut yang mengakibatkan terjadinya banjir rob. Hal ini memerlukan respons cepat pemerintah terkait dengan kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan hal tersebut,” ujar Galloway.

Sementara Takashi Kojima dalam paparannya menyampaikan bahwa kerugian perekonomian Tokyo yang disebabkan land subsidence mencapai 5.179 miliar dolar dalam periode 1957-1989. “Namun berbagai upaya penyelamatan air tanah yang dilakukan Pemerintah Tokyo melalui berbagai kebijakan dan regulasi antara lain melalui pengurangan penggunaan air tanah sebanyak dua per tiga, turut berimbas pada menurunnya tren land subsidence di Tokyo,” papar Kojima.


Turut dibahas dalam diskusi tersebut antara lain penurunan muka tanah dari sudut pandang teori, aspek teknologi dari penurunan muka tanah, penurunan muka tanah dari sudut pandang ekonomi dan finansial,serta bagaimana menyediakan sumber air alternatif bagi komunitas urban.


Bagikan :

Cetak