Pengumuman ( 1):

Peran Young Engineer Bagi Pembangunan Bendungan


Print Friendly and PDF
Foto : 28112014

Komisi Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) kembali melaksanakan Rapat Anggota Tahunan KNI-BB sekaligus Lokakarya Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan 2014 dan Rapat Anggota Tahunan KNI-BB (27/11), untuk menyampaikan hasil-hasil capaian kepengurusan sebelumnya dan menyampaikan hasil pelaksanaan Pertemuan Tahunan ICOLD ke-82 yang berlangsung di Bali bulan Juni silam.

Nasri Sebayang, Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan Perusahaan Listrik Negara (PLN), mengatakan bahwa bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air ini perlu didukung karena selain dapat membantu PLN untuk menyediakan pasokan listrik bagi masyarakat, juga dapat membantu diversifikasi energi, mengurangi ketergantungan penggunaan energi dari bahan fosil, serta mampu mengurangi biaya energi listrik pada masyarakat. Hal lainnya adalah karena biaya operasional rata-rata untuk pembangkit listrik tenaga air lebih rendah daripada pembangkit listrik lainnya.

 

“KNI-BB dan investor swasta berkontribusi penting dalam pengembangan energi terbarukan dan energi fosil. Hal lainnya adalah pentingnya sinergitas antar lembaga dalam perencanaan yang terintegrasi,” lanjut Nasri.

 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoeljono, mengatakan bahwa nantinya dalam struktur organisasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang baru, akan terdapat Direktorat Bendungan. Dan nanti akan diusulkan agar Balai Keamanan Bendungan Menjadi Balai Besar Keamanan Bendungan, dengan harapan agar dapat bekerja lebih baik lagi di bawah koordinasi unit kerja eselon II.

 

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memerlukan dukungan dari seluruh anggota KNI-BB terutama para young engineer untuk berinovasi dalam pembangunan bendungan. Saya juga ingin menginstruksikan agar para young engineer untuk terjun langsung ke lapangan dan tidak berdiam diri di kampus Pattimura. Hal itu dilakukan untuk membantu balai-balai sehingga dapat menambah pengalaman dan pengetahuan tentang pembangunan bendungan di Indonesia serta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah mereka dapatkan di bangku kuliah. Untuk itu kepada para direktur jenderal diharapkan dapat mengatur pembangian kerja dan wilayah bagi mereka karena lebih sedikit di kampus, jauh lebih baik,” jelas Basuki Hadimoeljono.

 

Menteri PU dan PERA menegaskan agar semua pihak dapat mendukung semua program pemerintah. Koordinasi merupakan hal yang sangat penting karena dengan adanya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota, maka target semua kegiatan akan terlaksana dengan baik, terutama program pembangunan waduk dan irigasi, yang semuanya mengarah ke kerakyatan.

 

Pada kesempatan yang sama Donny Azdan, Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas, mengatakan untuk saat ini investor akan lebih tertarik pada pembangunan bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), karena memiliki jaminan yang jelas dibandingkan investasi pada pembangunan bendungan untuk irigasi.