© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Permasalahan Masih Seputar Pembebasan Lahan

Permasalahan Masih Seputar Pembebasan Lahan


Kategori : Berita SDA

  10 Februari 2015



Foto : 10022015


Banjir kembali mengairi beberapa wilayah di ibukota Jakarta. Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak genangan terjadi di beberapa wilayah Jakarta sejak Senin pagi (9/2). Malam harinya, Metro TV mengetengahkan isu ini yang dirilis melalui siaran langsung bertajuk Ibukota Kebanjiran, dengan menghadirkan narasumber Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), Mudjiadi, dan pengamat tata kota, Yayat Supriyatna.

Dalam dialog tersebut, Mudjiadi, Dirjen SDA, mengatakan bahwa kaitan dengan pengelolaan sungai dari hulu hingga hilir memang merupakan domain tugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kementerian PU Pera terus melakukan upaya struktur dan non struktur berkaitan dengan hal tersebut.

 

Yang menjadi Kendala saat ini dalam pembangunan struktur, sambung Mudjiadi, adalah kompleksitas masalah sosial, yang berkaitan dengan pembebasan lahan. Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA, bisa mulai bekerja setelah masalah pembebasan lahan selesai.

 

Dijelaskan Mudjiadi kembali bahwa hingga saat ini kapasitas sungai yang melintas di Ibu kota masih belum dapat menampung secara masksimal, adalah karena masih adanya beberapa spot-spot pada aliran sungai yang belum dinormalisasi, karena masih terkendala pembebasan lahan.

 

Dirjen SDA menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi di dalam internal Kementerian PUPR berjalan baik, tidak ada tumpang tindih, sebagai contoh untuk pembangunan jalan inspeksi yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, pengerjaannya selalu satu paket koordinasi dengan kegiatan normalisasi sungai.

 

Yayat Supritana, pengamat tata kota, mengatakan bahwa saat ini banjir terpusat di beberapa titik ibukota, yakni di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Beberapa persoalan inti mengenai banjir di Jakarta, menurut Yayat, adalah persoalan drainase dan penurunan muka tanah.

 

Dikatakan Yayat, bahwa normalisasi sungai saja tidak cukup, perlu ada pembenahan sistem saluran air di Jakarta. Saat ini drainase-drainase di Jakarta masih berupa warisan sisa-sisa masa lalu.

 

Yayat Supriyatna kembali mengingatkan kepada masyarakat agar selalu belajar dan siaga dalam menghadapi bencana dan harus turut berpartisipasi aktif dalam upaya mengatasi bencana banjir.

 


Bagikan :

Cetak