© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Pembangunan Bendungan Tugu

Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Pembangunan Bendungan Tugu


Kategori : Berita SDA

  01 September 2015



Foto : 30082015


BRANTAS – Selasa (25/8) pada pukul 16.00 WIB Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi melakukan peninjauan lokasi pekerjaan pembangunan Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur (25/08/15). Turut dihadiri oleh Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Hermanto Dardak, Kepala Pusat Bendungan, Imam Santoso, Bupati Trenggalek, Mulyadi WR, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Amir Hamzah, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Pramono Anung Wibowo , Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan istri, Nina Kirana Soekarwo.

Acara penyambutan sederhana dilanjutkan dengan pemaparan maket Bendungan Tugu serta laporan progres fisik dan keuangan yang dicapai sampai dengan 15 Agustus 2015. Pembangunan Bendungan Tugu ditargetkan selesai pada 2017 mendatang. Presiden RI, Joko Widodo juga menyempatkan diri turun ke lapangan untuk meninjau proses pekerjaan stocpile dan pekerjaan di daerah genangan.

"Saya ingin cek bahwa progres pekerjaan berjalan dan target 2017 selesai. Tahun ini dimulai dikerjakan meski baru 15% tidak apa-apa. Perkembangan di lapangan saya cek dan semua program ada perkembangannya," ujar Presiden Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pembangunan Bendungan Tugu saat ini terus dilakukan untuk mencapai target yang diharapkan. Ia berharap, bila ada masalah dalam pembebasan, bupati dan kementerian terkait bisa menyelesaikan dengan baik.

"Kemarin masalahnya di pembebasan, setelah tidak ada masalah bisa dimulai. Nanti Pak Bupati yang mengurus untuk pembebasan," sambung Presiden Jokowi.

Dengan pembangunan waduk ini, kata Presiden Jokowi, pengelolaan air di kawasan Kabupaten Trenggalek dapat dilakukan dengan baik, terutama saat musim kemarau datang.

"Selain untuk listrik, bisa juga mengairi irigasi seluas 1.200 hektare. Bisa untuk wisata listrik dan juga air minum. Dengan melimpahnya air harus dapat tidak dikelola dan diatur dengan baik sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung," tambahnya.

Kepala BBWS Brantas Kementerian PUPR M. Amir Hamzah, mengatakan bahwa lahan yang dibebaskan untuk pembangunan waduk mencapai 104 hektare.

"Proses pembebasan lahan sampai dengan Juni 2015 yaitu 27,5 hektare dari 70 hektare dan akan terus dilakukan hingga 2016,dan proses alih fungsi hutan lindung 18 hektare, diproses oleh Perhutani dan baru dilakukan tukar guling setelah ada alih fungsi dari hutan lindung ke hutan produksi," kata Kepala BBWS Brantas.

Waduk Tugu, menurut M. Amir Hamzah, memiliki berbagai fungsi selain fungsi utamanya mengairi areal persawahan dan penanganan air di Trenggalek.

"Fungsi bendungan mengairi irigasi 1.200 hektare. Air baku berasal dari 3 desa dengan kecepatan 400 liter per detik, 8.000 jiwa. Ada potensi listrik tapi kecil, selain atasi banjir bisa juga digunakan untuk pariwisata," tambah Kepala BBWS Brantas.

Ir. M. Amir Hamzah, MM mengatakan, bendungan tersebut berukuran cukup tinggi, yakni 80 meter dari dasar sungai dan mempunyai ukuran fondasi seluas 105 meter. "Jadi kita akan gali sampai 20 meter, volume tampungan 9 juta meter kubik," imbuh dia.

Usai menguninjau Waduk, Jokowi membagikan 4 kartu sakti kepada ratusan warga Trenggalek di Balai Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Kartu sakti itu yakni Kartu‎ Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (KASPDB).


Bagikan :

Cetak