© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Presiden RI Resmikan Bendungan Keureuto

Presiden RI Resmikan Bendungan Keureuto


Kategori : Berita SDA

  10 Maret 2015



Foto : 10032015


Pembangunan merupakan salah satu target untuk pemerintahan kita selama 5 tahun kedepan karena dengan adanya bendungan dapat meningkatkan produksi padi, mengingat air yang tersedia untuk mengairi irigasi berasal dari bendungan. Salah satunya adalah bendungan yang akan dibangun di Kabupaten Aceh Utara ini yaitu bendungan Keureuto. Bendungan ini dapat memberikan sumber air yang banyak bagi masyarakat, dan merupakan bukti nyata komitmen dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Presiden RI, Joko Widodo, dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bendungan Keureuto, di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi NAD (090315). acara ini turut dihadiri oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi, Gubernur NAD, Zaini Abdullah, Kepala BWS Sumatera I, Muradi, Pemerintah Daerah NAD, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan masyarakat setempat.

Joko Widodo menambahkan bahwa bendungan Keureuto merupakan salah satu bendungan terbesar di Aceh yang akan dibangun dalam 5 tahun ini. Beliau berharap agar uang negara sebesar 1,7 triliun yang sudah dibelanjakan untuk membangun bendungan Keureuto dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama untuk produktivitas padi yang tadinya hanya 1 kali panen dalam 1 tahun mungkin dengan adanya bendungan ini nanti dapat 2 kali panen dalam setahun.

 

Bendungan ini secara geografis terletak di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong dan rencana genangan terletak di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Desa Plu Pakam dan Desa Makarti, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Desa Rusip dan Desa Tembolon, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Dengan adanya bendungan ini diharapkan dapat menjadi lumbung padi bagi Aceh dan nasional. bendungan dengan tipe urugan random ini mempunyai panjang puncak 368.00 m, lebar puncak 12.00 m dan tinggi bendungan 74.00 m.

 

Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono mengatakan bendungan ini mempunyai manfaat untuk penyediaan air irigasi seluas 9.420 ha, penyediaan air baku sebesar 0,50 m3/det, PLTA sebesar 6,34 MW dan manfaat lainnya untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah. "Kementerian PUPR juga tengah membangun Waduk Rajui dan menyelesaikan pembangunan Waduk Payaseunara. untuk itu pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR membutuhkan dukungan semua pihak terutama pemerintan daerah, pamarintah kabupaten/kota danmasyarakat setempat," lanjut Basuki.

 

Dalam kesempatan yang sama Gubernur NAD, Zaini Abdullah mengharapkan agar masyarakat setempat dapat memanfaatkan bendungan ini nantinya dalam jangka waktu yang sangat lama. untuk itu lahan-pertanian yang sudah ada janganberalih fungsi menjadi permukiman karena akan merusak lingkungan dan mengurangi lahan untuk irigasi. Beliau juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat karena begitu banyak infrastruktur sumber daya air yang dibangun di provinsi NAD untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

 

Menurut salah seorang warga Kabupaten Aceh Utara, Abdul Hadi, pembangunan bendungan ini sudah lama dinanti, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi padi."Biasanya satu tahun hanya 1 kali panenpadi dan produksi padi 5 ton dalam setahun, mudah-mudahan dengan adanya bendungan ini bisa dua kali panen padi dan menghasilkan 10 ton padi dalam setahun. selain itu karena disini masyarakatnya mempunyai mata pencaharian sebagai petani, saya berharap pendapatannya juga bertambah dan ekonominya meningkat," imbuh Abdul Hadi.


Bagikan :

Cetak