© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan 2015 dan Persiapan Tahun 2016: Harus Taati Rencana Pola Tanam

Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan 2015 dan Persiapan Tahun 2016: Harus Taati Rencana Pola Tanam


Kategori : Berita SDA

  02 September 2015



Foto : 13082015


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melakukan koordinasi dengan beberapa instansi yang berwenang dalam melaksanakan mitigasi terhadap bencana kekeringan nasional, antara lain Kementerian Pertanian, Tentara Nasional Indonesia, para kepala Dinas PSDA, Kepala Dinas Pertanian, para Kepala BBWS/BWS.

Dalam pidato pembukaannya, Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono menyampaikan bahwa sangat diperlukan kondisi ketersediaan air melalui waduk untuk mengairi sawah.  Hal ini penting sekali untuk dilaksanakan karena kondisi bencana kekeringan jauh lebih berbahaya dari pada kondisi bencana banjir.

Dari total lahan irigasi seluas 7,1 juta hektar, tidak lebih dari 1 juta hektar yang baru terairi melalui waduk.  Kondisi ini juga menunjukkan bahwa lahan pertanian yang telah terairi air dari waduk sangat dijamin untuk terhindar dari bencana kekeringan, namun hal itu tentu tidak terjadi pada sawah yang belum terairi atau bahkan pada sawah tadah hujan.

Diingatkan Menteri PUPR bahwa sangat penting bagi petani dan kita semua untuk memperhatikan Rencana Pola Tanam yang telah disepakati olejPanitiaIrigasi. “Tanpa adanya ketaatan pada Rencana PolaTanam, mustahil pertanian kita bisa selamat dari kekeringan”, jelas Menteri PUPR.

Saat ini akibat musim kemarau dan El Nino, sudah ada sekitar 215.505 hektar sawah yang mengalami kekeringan, sedang dan tinggi. 

Basuki menjelaskan, musim kemarau tahun ini memang mengancam banyak lahan pertanian, tapi masih bisa aman tanam sampai September. Kementerian PUPR telah monitoring waduk dan akan mengusahakan irigasi sawah yang bersumber dari waduk lancar. “Kami yang bertanggung jawab mengelola bendungan. Kami yang  monitoring hasil waduk dan bendungan bisa aman sampai musim tanam ini. Sampai September aman. Belum ada bencana kekeringan tapi yang ada hanya kemarau," jelas Basuki Hadimoeljono.

Dalam Rakor ini, dilaksanakan juga diskusi desk per provinsi di mana masing-masing institusi yang berwenang membahas mitigasi kekeringan yang akan dilaksanakan tahun ini dan rencana tahun depan dengan saling mensinkronkan data, untuk secara tepat menghitung total kebutuhan biaya bukan total keinginan biaya, dengan sangat spesifik kasus per kasus, lokasi per lokasi


Bagikan :

Cetak