Pengumuman ( 5):

Situ Butuh Dukungan Komunitas dan Pemerintah


Print Friendly and PDF
Foto : press tour situ pengasinan depok

“Situ memiliki peranan strategis sebagai daerah observasi air dan berfungsi untuk memastikan bahwa cadangan air dapat terjaga pada saat musim kemarau. Namun saat ini ada beberapa situ khususnya di Jabodetabek mengalami penurunan fungsi diantaranya Situ Bahar di Depok  yang sudah tercemar limbah industri dan rumah tangga dan Situ Bojong di Tangerang mengalami alih fungsi lahan menjadi perumahan sehingga tampungan berkurang dan sedimentasi. Dan untuk memulihkan kondisi situ Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA melakukan kerjasama dengan Ditjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah dan Ditjen Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN serta Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan sertifikat lahan situ, dimana peran dari Kementerian PUPR adalah mendapatkan data dan informasi  terkait administrasi pertanahan dan penataan ruang SDEW serta sumber air permukaan lainnya, mendapatkan dukungan terkait pelaksanaan progres pencatatan dalam buku tanah, dan/atau pendaftaran pertanahan SDEW serta sumber air permukaan lainnya dan mendapatkan dokumen administrasi pertanahan SDEW serta sumber air lainnya,” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Jarot Widyoko, dalam acara Press Tour dan Bincang Santai di Situ Pengasinan dan sekaligus memperingati Hari Air Dunia 2018, 12 Maret 2018, di Depok, Jawa Barat.

Dalam melakukan pemulihan kondisi situ, menurut Jarot, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, diantaranya Permen PUPR No. 4 tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, Permen PUPR No. 28 tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau dan Permen PUPR No. 9 tahun 2015 tentang Penggunaan Sumber Daya Air. “Sesuai dengan peraturan perundang-undangan tersebut, kami melakukan  pendataan ulang situ situ yang ada di Jabodetabek, dengan harapan agar setelah didata kami mengetahui  sampai sejauh mana situ- situ tersebut masih berfungsi dan luasannya sama atau bertambah atau berkurang. Selain itu kami juga ingin membangun kerjasama dengan para penggiat lingkungan contohnya seperti  Forum Komunitas Hijau Depok. Dan sebenarnya kami menjumpai beberapa kendala dalam melakukan pendataan ulang situ diantaranya situ-situ kewenangan pusat yang tercatat di BMN Pemda  Pemda serta data clear dan clean di lokasi yang akan disertifikatkan tidak dapat diperoleh . Informasi kepemilikan lahan yang  ada di lokasi tidak dimiliki oleh BBWS Ciliwung Cisadane serta masih ada complain dan gugatan masyarakat yang berdampak hukum (eks. Situ Gintung),” lanjut Jarot Widyoko.

Hasil kegiatan pengadministrasian situ yang dilakukan oleh BBWS Ciliwung Cisadane  yaitu situ yang telah disertifikatkan adalah Situ Pagam, Situ Cogreg, Situ Tlajung Udik dan Situ Rawa Lumbu dan Situ yang telah didaftarkan  adalah Situ Burangkeng, Situ Ceper, Situ Binong dan Situ Pondok Cina UI. Dan adapun rencana pengadministrasian situ tahun 2018 sebanyak 32 situ yaitu Banten 8 situ, Kabupaten  Tangerang 2 situ, Kota Tangerang Selatan 2 situ dan Kota Tangerang 2 situ.

Pada kesempatan yang sama Ketua Forum Komunitas Hijau Depok, Heri Syaefudin, mengatakan bahwa air adalah kehidupan. Jadi tanpa air tidak akan ada kehidupan. “ Untuk itu kita harus menjaga sumber air yang ada di bumi kita. Fungsi utama sumber air sebenarnya sangatlah penting yaitu konservasi, pengaliran air, tampungan air dan tempat hidup biota air. Apa yang sudah komunitas ini lakukan di situ pengasinan yaitu membuat situ ini sebagai tempat social engineering, tempat bersosialisasi sekaligus secara teknis melakukan kelestarian lingkungan, tetap memerlukan dukungan dari semua pihak. Dan saya sangat senang sekali dapat bekerjasama dengan pemerintah pusat seperti BBWS Ciliwung Cisadane dan pemerintah kota Depok serta pihak – pihak terkait lainnya untuk berbuat lebih bagi lingkungan kita karena semua ini akan kita wariskan kepada anak cucu kita,” kata Heri.

Jarot Widyoko berharap agar kegiatan pelestarian lingkungan situ  dapat terus menerus dilakukan sehingga manfaatnya akan dirasakan lebih lama lagi bagi generasi penerus selanjutnya. Dan jangan memberikan air mata tapi berikanlah mata air bagi anak cucu kita. (tin/din kompuSDA)

  • Tentang Ditjen SDA

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Bantuan


    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gd. Ditjen Sumber Daya Air 
    Kementerian PUPR
    JL. Pattimura 20, Kebayoran Baru 
    Jakarta - Indonesia - 12110 
    Phone/Fax: (021)-7396616 (Hunting)
    Email: kompusda[at]pu.go.id atau kompu.sda[at]gmail.com

  • Publikasi

  • Media Sosial Kami