Pengumuman ( 1):

Tingkatkan Kualitas Fisik dan Perencanaan Infrastruktur Sumber Daya Air


Print Friendly and PDF
Foto : Raker SDA 22 Des 2015

Progres dan prognosis pelaksanaan anggaran TA 2015 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air status 22 Desember 2015 yaitu untuk fisik sebesar 93% sedangkan untuk keuangan sebesar 90,57% (Rp. 28,16 T). Dan untuk peringkat 5 besar BWS/BBWS di lingkungan Direktorat Jenderal SDA, progress fisik dan keuangan, adalah BWS Maluku (fisik 99,84% dan keuangan 98,92%), BWS Maluku Utara (fisik 98,39 % dan keuangan 98,16%), BWS Sumatera IV (fisik 98,59% dan keuangan 97,28%), BWS Sulawesi IV (fisik 96,53% dan keuangan 97,26%) dan BBWS Mesuji Sekampung (fisik 98,10% dan keuangan 96,46%).

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal SDA, Mudjiadi, dalam acara Raker Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan tema Pelaksanaan Program Tahun Anggaran 2015 dan Penajaman Program Tahun 2016, di Jakarta (221215). Turut dihadiri oleh para pejabat eselon II dan III, dan Kepala BBWS/BWS di lingkungan Ditjen SDA.

“Program Direktorat Jenderal Sumber Daya Air tahun 2015-2019, selain pembangunan 65 buah waduk, juga pembangunan 1 juta ha irigasi baru, rehabilitasi irigasi seluas 3 juta ha, air baku (intake, jaringan, embung) sebesar 67,52 m3/det, pengendalian banjir (normalisasi sungai, kanal banjir, bangunan pengendali banjir) 3 ribu km, pengamanan abrasi pantai 500 km dan pengendalian lahar 300 buah. Tahun 2015 sudah ada waduk yang selesai yaitu Jatigede (impounding 31 Agustus 2015), Nipah (impounding 8 Oktober 2015), Bajulmati (impounding 1 November 2015), dan Titab (impounding 13 Desember 2015) dan untuk Rajui akan diimpounding Januari 2016,” lanjut Mudjiadi.

Direktur Jenderal SDA mengharapkan agar semua BBWS/BWS di lingkungan Ditjen SDA meningkatkan kualitas fisik dan perencanaan, dan jangan lupa untuk setiap pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air juga harus menyertakan perencanaan wilayahnya dan itu sesuai dengan program kerja Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), dimana BPIW sudah memprioritaskan 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS). “Selain itu, saat ini kita sedang mengalami musim hujan, maka untuk semua BBWS/BWS di lingkungan Ditjen SDA untuk selalu siap siaga memantau dan melakukan tanggap darurat dan harus ada personil BBWS/BWS yang melakukan piket banjir. (tin/ket kompuSDA)