|
TKPSDA WS BELAWAN ULAR PADANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
SELAMAT DATANG DI WEBSITE TKPSDA WS BELAWAN-ULAR-PADANG BWS SUMATERA II

Nelayan Resah Minta Proyek Titi Steger Bagan Deli Belawan Diusut

  • tag
Nelayan Resah Minta Proyek Titi Steger Bagan Deli Belawan Diusut

Senin, 29 Agustus 2016

 

DINAMIKARAKYATCOM - Proyek pembangunan Titi Steger di perairan kawasan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, mencapai Rp 17 miliar dinilai tak ada manfaatnya bahkan menghambat laju tranfortasi bagi masyarakat pengguna kapal nelayan. Hingga kini proyek tersebut masih menuai masalah dan protes dari warga nelayan.

Proyek pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat Dirjen Cipta Karya, itu dikerjakan dengan dua tahap yakni tahap pertama menelan biaya Rp 5,4 miliar dilanjutkan pembangunan tahap kedua Rp 11.509.280.000 yang saat ini masih dalam pengerjaan oleh kontraktor PT. Tisa Lestari dengan konsultan Supervisi PT. Artec Utama.

Sementara di tahun 2014 dalam APBD Medan juga dilaksanakan pekerjaan dengan jenis kegiatan yang sama dan di lokasi yang sama, dan kegiatan tersebut fiktif.

Warga nelayan menyesalkan keberadaan proyek Titi Steger yang berada persis di dekat perkampungan nelayan Bagan Deli. Proyek dinilai tak ada manfaatnya justru membuat nelayan resah karena kapal-kapal nelayan tak leluasa melintas saat pulang pergi melaut.

"Sebenarnya warga nelayan di sini bukannya mau menghambat pembangunan. Tapi seharusnya sebelum pembangunan dilaksanakan alangkah baiknya warga sekitar dilibatkan sosialisasinya sehingga warga tak bertanya-tanya apa gunanya proyek Titi Steger ini, kan lebih baik anggarannya dibuat untuk perbaikan rumah kumuh maupun membantu masyarakat nelayan," cetus Khairuddin Nasution alias Kadin selaku pemuka masyarakat, Senin (29/8/2016).

Hal senada dilontarkan Ismail Abdullah selaku Sektetaris DPC HNSI Kota Medan, didampingi Zulkifli dan Zainuddin sebagai warga setempat saat meninjau lokasi proyek.

Menurut mereka, keberadaan proyek pembangunan Titi Steger yang rencananya akan melingkari rumah warga nelayan pesisir jelas sangat menganggu aktifitas keluar masuk kapal nelayan.

"Makanya, wajar saja kalau warga Bagan Deli umumnya memprotesnya. Apalagi sebelumnya tidak ada sosialisasi kepada warga, ini jelas proyek akal-akalan saja yang perlu diusut dalam pemakaian anggarannya," ungkapnya.

Zulkifli menambahkan, gara-gara keberadaan Titi Steger, nelayan jadi korban karena sulitnya melintas sehingga banyak tiang kapal nelayan rusak bahkan tak sedikit yang menabrak Titi Steger.

"Bila jeritan warga nelayan di sini tidak disahuti pihak Dinas Tarukim Sumut maupun pihak kontraktor maka aspirasi warga akan disampaikan pada anggota dewan, selaku wakil kami di legislatif," ujarnya.
 
Terpisah, ketika hal ini dikonfirmasi kepada pihak kontraktor disebut-sebut bermarga Tampubolon, ia mengaku masih ada urusan di Jalan Krakatau Medan. (art/drc)

Sumber http://drberita.com

Berita Terkait :

© copyright 2017, Direktorat Jendral SDA, Balai Wilayah Sungai Sumatera II All Right Reserved