Bendung Wae Dingin

From WikiSDA
Jump to: navigation, search

Way dingin.jpg

Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur memiliki luas 7.136 km2 dengan jumlah penduduk ± 580.000 jiwa. Di wilayah ini terdapat lahan irgasi potensial sekitar 98.800 ha. 29% diantaranya (28.695 ha) merupakan lahan fungsional dengan irigasi teknis dan semi teknis. Di wilayah ini juga terdapat sekitar 41.379 ha lahan pertanian dengan irigasi sederhana atau tadah hujan. Pembangunan Jaringan D.I. Wae Dingin dilaksanakan sebagai bagian kawasan daerah irigasi Wae Mokel – Wae Laku, seluas 2.516 ha.

Contents

Data

Bendung suplesi Wae Dingin

  • Panjang mercu : 18,5 m
  • Tinggi mercu : 4,0 m
  • Panjang saluran induk : 3.284,0 m
  • Panjang saluran sekunder : 2.816,0 m
  • Luas D.I. : 2.516,0 ha ( 56 petak tersier)

Lokasi

D.I. Wae Dingin terletak di Desa Sita, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Tujuan

Tujuan utama pembangunan bendung dan D.I. Wae Dingin adalah :

  • Peningkatan produksi beras melalui pengembangnan sumber daya air.
  • Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan penduduk, khususnya petani pedesaan di Kabupaten Manggarai.
  • Memberikan kontribusi bagi pembangunan sosial-ekonomi pedesaan Kabupaten Manggarai, khususnya masyarakat di Kecamatan Borong.

Riwayat Singkat

Perencanaan dan desain rinci Bendung dan Jaringan D.I. Wae Dingin dilakukan oleh konsultan PT. Deka Pentra pada tahun 1993, dan dilakukan tinjauan ulang pada tahun 2003 oleh konsultan Nippon Koei Co. Ltd. Bendung Wae Dingin dan headrace canal (tanpa lining) dibangun pada tahun 1996 s.d. 1999 dengan dana APBN. Melalui Program SIMP–III (JBIC ODA Loan IP-499), tahun 2000 dilakukan pembangunan jaringan irigasi sepanjang ± 12 km untuk mengairi areal seluas 1.250 ha pada Phase-I, dan telah selesai pada bulan Juli 2003. Sisa jaringan irigasi seluas 1.266 ha, berikut pembangunan 1 buah bendung (Wae Dangi) akan dilanjutkan dalam Phase-II dengan sumber dana JBIC ODA Loan IP-509 (status hingga Maret 2005 masih dalam proses lelang). Program Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Wae Dingin Phase-II direncanakan selesai pada akhir tahun 2005.

Biaya

Pembangunan Bendung Wae Dingin dan headrace canal menelan dana APBN sebesar Rp.3,14 milyar, dilanjutkan dengan Program Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Wae Dingin Phase-I dengan sumber dana Program SIMP–III (JBIC ODA Loan IP-499) sebesar 10,14 milyar. Biaya fisik Program Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Wae Dingin Phase-II diperkirakan membutuhkan dana sekitar 23,0 milyar, dengan bantuan dana JBIC ODA Loan IP-509.

Manfaat

Manfaat dari pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Wae Dingin adalah dapat dimanfaatkannya lahan potensial yang ada menjadi lahan fungsional, dengan adanya jaringan irigasi teknis untuk mendukung program ketahanan pangan, khususnya pada Kabupaten Manggarai.

Peran Masyarakat

Salah satu persyaratan JBIC-DISIMP untuk memulai pembangunan fisik adalah adanya persetujuan tertulis minimal 50% jumlah petani setempat. Untuk pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Wae Dingin Phase-II didapatkan persetujuan dari seluruh petani dan tokoh masyarakat / tua adat desa Sila (100%). Dukungan masyarakat ini timbul setelah melihat dan merasakan manfaat dari jaringan irigasi yang telah ada pada pembangunan Phase-I.

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox