Bendung Wawotobi

From WikiSDA
Jump to: navigation, search

Wawotobi1.jpg

Sejak dibentuknya Badan Pelaksana Proyek Irigasi Wawotobi berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Pengairan, sampai sekarang telah dilaksanakan program-program dala rangka menunjang peningkatan produksi pertanian terutama pertaniantanaman pangan dengan menyiapkan fasilitas irigasi antara lain :

  • South East sulawesi Transmigration Area development project (SESTADP) yang merupakan program terpadu antar instansi terkait dengan sasaran utama pengembangan wilayah dan penempatan transmigrasi di wilayah dataran Wawotobi (Wawotobi tahap-1) dan Proyek Irigasi Wawotobi salah satu badan Pelaksanauntuk menyiapkan fasilitas jaringan irigasi seluas 15.000 ha.
  • Integrated irrigation Sector Project (IISP) merupakan program Rehabilitasi dan up grading jaringan/ fasilitasJaringan irigasiyang ada. Salah satu sub projectnya adalah South East Sulawesi irrigation Sector Project (SESIP) dengan progra merehabilitasi/ membangun fasilitas jaringanirigasidi 12 (dua belas) Daerah Irigasi seluas 12.772 Ha (Wawotobi tahap -2)

Contents

Data

Wawotobi Tahap – I

  • Luas areal DI : 15.000 Ha
  • Bangunan utama (Bendung) : 6 buah
  • Saluran induk : 125,64 km
  • Jaringan tersier : 11.660 Ha

Wawotobi Tahap – II

  • Bangunan utama (Bendung) : 11 buah
  • Saluran induk : 77,3 km
  • Saluran sekunder : 110,076 km
  • Jaringan tersier : 12,576 Ha

Proyek berlokasi di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara; meliputi Kecamatan Pondidaha, Wawotobi, Unaaha, Lambuya, Ranomeeto, Tinanggea, Abuki, Asera.

Tujuan

Wawotobi tahap-1 bertujuan menyiapkan fasilitasJaringan Irigaaasi baru didataran Wawotobi seluas13.500 ha dan merehabilitasi 5 Daerah Irigasi ; lapoa, Pamandati, Konda dan Tanea Lama seluas 1.500 ha. Wawotobi tahap-2 bertujuan mebangun dan merehabilitasi fasilitas jaringan irigasi 12 daerah Irigasi seluas 12.772 ha. Disamping itu bertujuan untuk peningkatan dan pebangunan jaringan drainase dan pengendalian banjir, guna mengatasi masalah genanganair yang masih terjadi di dataran Wawotobi.

Waktu Pelaksanaan

Wawotobi tahap-1 (bangunan utama danjaringannya)diresmikan pengoperasiannyapada bulan Agustus 1993 dan wawotobi tahap-2 diselesaikan pelaksanaannya pada tahun Anggaran 1995/1996

Biaya

  • Sumber dana APBN : Rp. 24.597.000.000,00
  • Sumber dana Loan dan Grant : Rp. 96.501.762.625,00

(diluar dari biaya Drainase + Wawotobi Tahap –II )

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox