/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Seratusan karyawati dan anggota Dharma Wanita Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Balai Sungai dan Perum Jasa Tirta I mengikuti tes gratis IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di Kompleks Kantor BBWSBS, Rabu (11/10). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) untuk deteksi dini kanker serviks dan payudara. Ketua Dharma Wanita UP Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusdiana Caya Khalawi, menargetkan 3.000 karyawati Kementerian PUPR dan anggota Dharma Wanita PUPR mengikuti tes IVA.

Pelaksanaan tes gratis IVA diikuti talkshow dan sosialisasi bahaya kanker serviks dan payudara. Yusdiana mengatakan Solo menjadi satu dari 36 kota lain di Indonesia. “Oktober adalah bulan peduli kanker payudara lewat Think Pink. Kegiatan ini adalah upaya mendukung gerakan itu. Pelaksanaan tes gratis IVA dimulai di Jakarta awal Oktober lalu dan berakhir di Jambi akhir Oktober,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tes IVA terbukti efektif mendeteksi gejala awal kanker serviks. Sehingga apabila perempuan terdeteksi positif mengalami gejala pra-kanker, dapat segera dilakukan pengobatan sebelum benar-benar menjadi kanker. Lewat kegiatan ini, pihaknya juga berharap karyawati dan anggota Dharma Wanita PUPR dapat menjadi agen gethok tular sosialisasi bahaya kanker serviks dan payudara di sekitarnya.

Yusdiana juga mengimbau mereka turut serta mengingatkan lingkungan terdekat untuk segera melakukan pencegahan dini agar terhindar dari risiko terkena kanker serviks ataupun terserang virus HPV. Mereka wajib menyebarkan informasi pencegahan HPV melalui vaksin kanker serviks dan penyakit lain yang disebabkan oleh HPV, serta mengajak lingkarannya untuk aktif mendukung kegiatan dalam menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia.

Terpisah, Tim Pendamping Dinas Kesehatan Karanganyar, pelaksana tes IVA, Litha Saridewi mengatakan menurut data GLOBOCAN (Global Burden Cancer) yang dirilis oleh WHO/ICO Information Centre on HPV dan Cervical Cancer tahun 2012, tercatat 26 perempuan Indonesia setiap hari meninggal karena kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas dengan kasus kanker serviks paling banyak di Asia Tenggara. Atas dasar itulah, kaum perempuan yang telah menerima sosialisasi diminta ikut meningkatkan kesadaran publik mengenai kasus kanker serviks yang terus meningkat di Indonesia. “Tes IVA bisa dilakukan di puskesmas, berbeda dengan papsmear. Jadi setiap orang bisa mengaksesnya. Jika ditemukan gejala pra-kanker, segera obati dan jangan lari ke pengobatan alternatif,” kata dia.