/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Lumbung Air Baku Sukodono di Kabupaten Gresik dipercepat yang sebelumnya 24 bulan menjadi 13 bulan. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui PPK Penyediaan Air Baku Aditya Sidik Waskito, ST, M.Si, M.Sc dan Balai Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan  melakukan kajian teknis terkait perubahan desain dari lapisan kedap air konstruksi Beton K225  menjadi pemasangan Geomembran pada lereng tanggul bagian dalam Lumbung Air Sukodono. (Jumat 21/09/2018).

“Kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman dari  Balai Hidraulik yang telah menyempatkan waktunya untuk membantu kami dalam percepatan pembangunan lumbung air ini, karena waktunya tinggal 3 bulan, kami sudah berdiskusi material, stabilitas lereng dan kemampuan untuk menahan air” Kata Adit.

Pertemuan antara Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Balai Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan kali ini membahas terkait deskripsi perubahan desain, manfaat, kekurangan dan solusi agar pembangunan dapat dipercepat.

“Jika menggunakan Geomembran harus diperhatikan dalam kedapnya ke tanah bagaimana, jangan sampai ada air dari atas yang dapat beresiko” pesan Slamet Lestari selaku Kepala Balai Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan.

Proses pekerjaan Lumbung Air Sukodono ini terus dilakukan di berbagai aspek, mengingat sebentar lagi akan memasuki musim hujan (DATINBBWSBS/sita).