/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kabupaten Ngawi merupakan Kabupaten strategis dalam pembangunan pertanian yang membuat kebutuhan air di wilayah ini terus bertambah terutama di daerah hilir Irigasi Kedungputri. Ketersediaan air masih cukup dengan debit irigasi 500 meter kubik/detik untuk musim kemarau, namun air dari hulu tidak mengalir optimal sampai ke hilir dikarenakan kondisi jaringan irigasi di beberapa titik masih terdapat kerusakan.

Menanggapi hal tersebut BBWS Bengawan Solo untuk melakukan Survey Investigasi dan Desain (SID) di Jaringan Kedungputri. Dimana jaringan irigasi ini secara administratif berada di 8 desa, yaitu Tempuran, Dawu, Paron, Beran, Jururejo, Grudo, Watualang, dan Margomulyo.

Pada hasi Selasa (02/10/2018) PPK Perencanaan Umum dan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd, M.T dan Kepala Seksi Perencanaan Umum Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng bersama konsultan dari PT Kencana Layana Konsultan dan PT Parama Krida Pratama melakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat yang pertama di Kantor UPTD Paron. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas PU, Dinas Pertanian, BAPPEDA, UPTD, dan berbagai lini Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) setempat.

Tujuan dari PKM ini adalah menampung aspirasi dan dukungan seluas-luasnya dari masyarakat yang nantinya akan dibuat desain. Ery Suryono mengungkapkan, “D.I Kedungputri merupakan salah satu dari D.I intervensi program IPDMIP. Adapun penyusunan desain sebagai salah satu tahapan sebelum pelaksanaan konstruksi. PKM yang dilaksanakan sebagai media penyampaian informasi dan masukan dari Juru, Mantri, dan OPD terkait lainnya nantinya diolah oleh Konsultan perencana (BBWSBS/edy).