/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Ketika memasuki musim kemarau bencana kekeringan mengancam beberapa wilayah di Indonesia. Biasanya bencana kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan sehingga membuat cadangan air semakin tipis. Kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi bahkan hampir setiap tahunnya sering terjadi bencana kekeringan. Bencana kekeringan juga membuat persediaan air bersih menjadi langka.

Sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan air baku didaerah yang kekurangan air, BBWS Bengawan Solo, melalui PPK Pendayagunaan Air Tanah (PAT) melakukan pembangunan penyediaan air tanah untuk air baku sebanyak  10 titik yang terletak di Kab. Klaten, Kab. Sragen, Kab. Karanganyar. Kab. Sukoharjo, Kab. Wonogiri, Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Magetan, Kab. Tuban dan Kab. Lamongan.

Pembangunan penyediaan air tanah untuk air baku di Kab. Ponorogo, mendapat kunjungan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si didampingi oleh PPK Pendayagunaan Air Tanah Hariyo Priambodo ST, MM dan PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III Wahyana ST, MT. pada hari kamis (11/10/2018).  Lokasi pekerjaan ini tepatnya di Desa Suren Kecamatan Mlarak. Dengan kapasitas pompa sebesar 2,5 liter/detik, dapat menyuplai sebanyak 80 kk atau 320 jiwa.

“Meski sudah lancar semua tetap harus hemat, di desa saya dulu air mahal, ambilnya jauh. Makanya teman-teman disini yang sudah dipermudah harus menjaga air dengan baik” Kata Charisal dengan senang.

Pengelolaan Air Tanah ini tidak lepas dari dukungan pemerintah desa, gabungan kelompok tani, dan warga masyarakat desa setempat. Menutup kunjungan hari ini Charisal dan rombongan juga mengunjungi lokasi P3-TGAI di Desa Siwalan, Kecamatan Mlarak. Dan dilanjutkan kunjungan ke Waduk Bendo yang berlokasi  juga di Kabupaten Ponorogo (DATINBBWSBS/jndr-sita)