/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Dalam rangka Bulan Peduli Kanker Payudara Sedunia (Breast Cancer Awareness Month) Dharma Wanita Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, menyelenggarakan Pemeriksaan IVA Test dan SADANIS, Jumat, (12/11/2018).

“Kanker Serviks dan Kanker Payudara merupakan salah satu penyebab kematian perempuan, oleh karena itu kita semua memiliki kewajiban untuk menjaga dengan cara mendeteksi dini. Kita tidak perlu takut karena tugas kita hanya merawat apa yang kita miliki untuk suami kita dan anak cucu kita semua” Pesan Nelly Manu dalam sambutannya.

Acara ini dibuka dengan penyematan selendang khas NTT kepada para petugas kesehatan pada pemeriksaan  IVA Test dan SADANIS hari ini. Sebelum dilakukan pemeriksaan peserta diberikan penyuluhan tentang  IVA Test dan SADANIS.

Kanker Serviks merupakan kanker terbanyak yang diderita oleh perempuan di Indonesia. Kanker ini berawal dari tumor ganas yang mengenai leher rahim dan disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Leher rahim yang terpapar virus HPV berpotensi menjadi kanker dalam waktu 3-17 tahun jika tidak dilakukan tindakan pencegahan. Deteksi dini terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan Tes IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) yang merupakan pemeriksaan skrining kanker serviks dengan pemberian asam asetat atau asam cuka pada leher rahim selama 1 menit. Pemberian asam asetat ini merupakan metode mudah dan murah namun memiliki tingkat akurasi tinggi untuk menyimpulkan hasil pemeriksaan IVA negatif (normal) atau positif (ada lesi pra kanker). Dalam durasi 60 detik, hasil pemeriksaan akan diketahui jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks yang perlu diwaspadai sebagai luka pra kanker. Idealnya, skrining pada wanita usia 35 – 40 tahun wajib dilakukan setiap 3 tahun sekali. Sedangkan bagi wanita yang belum menikah, sangat dianjurkan untuk melakukan vaksin HPV terlebih dahulu.

“Ibu-ibu bisa menjadikan moment Ulang Tahun sebagai waktu untuk memberikan self reward terhadap diri sendiri dengan rutin IVA Test, karena lebih baik tau dari pada terlambat” Jelas salah satu petugas kesehatan.

Kanker payudara juga masuk dalam daftar 10 penyebab kematian terbanyak perempuan di Indonesia. Kita bisa mencegah munculnya penyakit ini dengan melakukan serangkaian pemeriksaan rutin seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). SADARI dapat dilakukan pada rentang hari ke 7 – 10 setelah hari pertama menstruasi dimana payudara sedang dalam kondisi paling lunak. Langkah awal melakukan SADARI adalah dengan mengamati kondisi payudara, lalu mengangkat tangan sebelah kanan dan raba payudara dengan tangan kiri dari arah pinggir, memutar ke arah putting susu lalu tekan dengan perlahan. Apabila terdapat cairan berwarna merah darah maka bisa saja merupakan indikasi adanya sel kanker. Lakukan gerakan yang sama dalam keadaan berbaring untuk meraba kemungkinan adanya benjolan. Memang, tidak semua benjolan berarti kanker. Namun, apabila menemukan benjolan yang tidak terasa sakit dan muncul selama 2 kali siklus menstruasi, lebih baik datang ke dokter spesialis onkologi untuk dilakukan SADANIS guna menegakkan jenis benjolan yang ada.

Seluruh peserta sangat antusias saat mendengarkan penyuluhan, ada yang aktif bertanya dan bersemangat mengikuti IVA tes dan SADANIS. Semoga dengan adanya acara ini semua bisa terus menjaga kesehatan wanita (BBWSBS/sita).