/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Klaten menyebabkan sejumlah genangan air di Wilayah Klaten, salah satunya di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal, A Manu, M.Si bersama pejabat Eselon dan Kesatkeran melakukan tinjauan ke lokasi bencana guna memantau dan melakukan observasi terkait kejadian Banjir yang diakibatkan banyaknya rumpun bambu yang menghalangi penampang sungai Kalawe, Jumat (18/01/19).

“Kami sangat bersyukur di Klaten ini komunitas bergerak cepat, masyarakat bertindak cepat, ibu-ibu ikut terlibat, pekarya kita dan babinsa terlibat, ada (juga) muda-mudi sehingga roh gotong royong itu harus selalu ada, terlebih sekarang ada aplikasi Early Warning System (EWS) yang bisa diakses oleh masyarakat” Ungkap Charisal.

Charisal menambahkan bahwa rumpun bambu yang banyak disekitar sungai-sungai kecil selain memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar juga memiliki dampak lain yang apabila tidak dipantau setiap waktu akan berpotensi hanyut, sehingga dapat menghalangi penampang sungai yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya luapan.

Kedepannya Charisal berencana untuk bersama komunitas agar dapat memanfaatkan bambu untuk konstruksi tanggul, “saya berencana mengajak teman-teman komunitas untuk bagaimana kita (dapat) memanfaatkan bambu untuk membuat konsturksi tanggul, kalau (untuk) sungai-sungai kecil seperti ini cocok, jadi artinya bahwa kerangka itu dari bambu kemudian didalam diisi dengan karung pasir, sewaktu-waktu nanti pohon (bambu) itu tumbuh juga menjadi konstruksi kokoh untuk perkuatan tebing, sudah dilakukan di cimanuk dan dibeberapa tempat dan berhasil, dan itu (bersama) komunitas,” papar Charisal (BBWSBS/sita).