/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Banjir akibat luapan Kali Lamong kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Gresik, oleh karena itu diperlukan perbaikan sungai secara menyeluruh. Hal tersebut yang melatarbelakangi Komisi DPRD Kabupaten Gresik mengadakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terkait permasalahan banjir akibat luapan Kali Lamong yang melintasi Kabupaten Gresik, Senin (25/03/2019)

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. manu dalam presentasinya menerangkan bahwa Kali Lamong yang memiliki panjang ±130 km termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang sungai relative datar. Sungai lamong memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 m3/dt sedangkan debit pada musim hujan dapat mencapai >700 m3/dt.

Pertemuan kali ini membahas tentang pembebasan lahan dimana lahan yang diperlukan untuk menangani permasalahan di sungai lamong masih perlu didiskusikan. Setelah pembebasan lahan selesai niscaya penanganan secara konstruksi akan lebih baik lagi (BBWSBS/sita).