/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Pejabat Esselon melakukan koordinasi dan diskusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin (01/07/2019).

Diskusi kali ini membahas tentang Rencana Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang terletak di 15 km hilir pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun. Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir sungai bengawan solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu bendung gerak babat, bendung gerak bojonegoro dan bendung gerak sembayat. Disamping itu, bendung gerak karangnongko juga berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di DAS Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas.

Di masa mendatang Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri seluas 1.747 ha yaitu 2,85 m3/det dan daerah irigasi Karangnongko kanan seluas 5.203 ha yaitu 7,91 m3/det. Bendung Gerak Karangnongko juga bermanfaat untuk PDAM Bojonegoro 8,835 juta m3 atau 280 l/det, PDAM Blora 2,15 juta m3 atau 68 l/det, PDAM Tuban 8,68 juta m3 atau 275 l/det, Air baku untuk Ngawi 500 l/det dan Air baku untuk industry sebesar 1000 l/det selama 6 bulan musim hujan(BBWSBS/Sita)