/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah Jawa Timur, yakni Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, pada Sabtu (13/06/2020). Pada kesempatan kali ini, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Bambang, S.E., S.T., M.T., PPK Bendungan I, Andi Arwik, S.T., M.Sc., PPK Bendungan II, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., PPK Bendungan III, Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., beserta rombongan meninjau beberapa lokasi pekerjaan.

Lokasi pertama, yakni proyek pengerjaan Bendungan Tukul di Pacitan. Bendungan yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tersebut, sekaligus berfungsi sebagai konservasi lahan. Bendungan Tukul, nantinya akan mengairi sekitar 600 ha lahan persawahan serta menjadi sumber air baku yang ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2020 mendatang.

Monitoring dan evaluasi proyek, dilanjutkan ke Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kepala BBWS Bengawan Solo beserta rombongan juga melakukan rapat internal di area proyek untuk rencana percepatan pengerjaan proyek Bendungan Bendo. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 71 meter tersebut akan membendung Sungai Keyang, yakni anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Bendungan Bendo juga dirancang mampu menampung air sebesar 43,11 juta m3, dan bermanfaat sebagai sumber air baku domestik serta industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo. Selain itu, bendungan ini akan mereduksi banjir di Ponorogo dari 1.300 m3 per detik menjadi 490 m3 per detik sekaligus menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

“Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Bendo, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kota Ponorogo,” pesan Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/ Ferri)