/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyusuri daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo wilayah hilir, di Jawa Timur, Selasa (18/08/2020). Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. tersebut dalam rangka kunjungan kerja untuk rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Nantinya, bendung gerak akan dibangun di Sungai Bengawan Solo yang juga menjadi perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Bendung Gerak Karangnongko akan memiliki daerah tangkapan seluas 10,04 Km2 serta daya tampungan efektif sebesar 59 juta M3. Dengan dibangunnya bendung gerak tersebut bermanfaat untuk pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air (SDA) yang melimpah di DAS Bengawan Solo.

Infrastruktur Bendung Gerak Karangnongko diproyeksikan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan untuk DI Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku PDAM Bojonegoro, PDAM Blora, PDAM Tuban, air baku sebesar 500 liter/detik bagi kawasan Kabupaten Ngawi, dan kawasan lainnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan bahwa hadirnya bendung gerak tersebut dapat bermanfaat cukup luas bagi masyarakat. “DI Karangnongko ini merupakan salah satu manfaat yang nantinya akan didapat masyarakat setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga proses menuju konstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala,” pesannya. (BBWSBS/Ferri)