/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Sarasehan Komunitas Peduli Sungai di Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo, di Papan Kawruh Tirta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/09/2020). Acara yang bertajuk Nguri-uri Kali Bengawan Solo tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kalangan akademisi, serta komunitas peduli sungai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Direktur Bina Operasi dan pemeilharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan banyaknya industri-industri yang menghasilkan limbah cair serta tambahan limbah domestik dari industri yang berdiri dan beroperasi di sepanjang hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo, timbulah permasalahan pencemaran yang dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan organisme air serta kualitas air.

 

Lebih lanjut, Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A. juga melihat kondisi permasalahan pencemaran di Sungai Bengawan Solo saat ini sudah menjadi isu strategis regional (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan harus menjadi perhatian kita bersama. Kami sangat berharap, dimulai dan berawal dari rekan-rekan Komunitas Peduli Sungai, sukarelawan serta pemerhati lingkungan sebagai garda terdepan dalam penanganan, pemantauan dan pengawasan pencemaran di Sungai Bengawan Solo.

 

“Saya berharap BBWS Bengawan Solo selaku pengelola SDA di WS Bengawan Solo, kedepannya selalu melakukan pembinaan kepada rekan-rekan komunitas dan sukarelawan, baik dari pendampingan dan melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan kelembagaan SDA seperti halnya kegiatan pada hari ini yaitu Sarasehan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo,” pesannya.

 

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., juga menambahkan bahwa upaya menjaga kualitas sungai ini tidak mungkin bisa apabila hanya dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo sendiri. Oleh karena itu, melalui kegiatan sarasehan akan terjalin kerjasama antara pemerintah dan masyarakat di dalam penanganan pencemaran sungai dalam rangka nguri-uri Sungai Bengawan Solo.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala DPUPR Kota Solo, Ir. Endah Sitaresmi Suryandari, bahwa menangani permasalahan sungai merupakan hal yang sangat kompleks, sehingga perlu menjadi perhatian bersama. “Mudah-mudahan melalui kegiatan sarasehan ini dapat kita hasilkan ide-ide baru dan langkah apa yang bisa kita lakukan dalam penanganan pencemaran sungai khususnya di WS Bengawan Solo.”

 

Acara tersebut dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Muhammad Rois Rizal Nugroho selaku Ketua Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Solo dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sebelas Maret (UNS), Akhmad Romdon, S.Sos., M.A., yang dilanjutkan dengan diskusi. Adapun hasil sarasehan tersebut adalah koordinasi lanjutan seperti peningkatan sinergitas antara pemerintah dengan Komunitas Peduli Sungai sebagai upaya dalam penanganan pencemaran Sungai Bengawan Solo dengan berperan secara proaktif dalam mengedukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan, pemantauan, dan pengawasan pencemaran di sungai untuk mewujudkan kelestarian SDA.

 

Acara diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Bersama Sinergitas Pemerintah dan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Pengawasan Pencemaran Sungai di WS Bengawan Solo. (BBWSBS/Ferri)