/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti acara Seminar Tata Kelola Air dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara Terpadu yang dirangkai dengan Penandatanganan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Gongseng di ruang Angling Dharmo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jumat (23/10/2020).

Bendungan Gongseng yang berada di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 84% dan rencananya akan diresmikan pada bulan Desember 2020. Sementara, untuk impounding (pengisian waduk) akan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 2021 mendatang.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap pembangunan dan pengelolaan bendungan beserta waduknya harus dilaksanakan berdasarkan pada konsep keamanan bendungan, sehingga harus dilengkapi dengan dokumen RTD.

“Dokumen RTD bertujuan untuk memberikan petunjuk yang sistematis mengenai permasalahan terkait keamanan bendungan, sehingga dapat segera diberikan respon yang cepat guna mencegah terjadinya keruntuhan bendungan. Sekaligus mempersiapkan upaya-upaya untuk memperkecil resiko jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda,” pesannya.

Bendungan Gongseng nantinya dapat menampung 22 juta m3 air dengan tinggi 34 meter dan dapat digunakan untuk keperluan irigasi seluas 6.200 ha, air baku 300 liter per detik. Selain itu sebagai konservasi lahan yang juga memiliki potensi pariwisata.

Dalam pidato Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah, berharap nantinya Bendungan Gongseng dapat mengairi lahan pertanian yang tidak dapat dijangkau dari Bendungan Pacal. “Masyarakat sudah betul-betul sangat menunggu hadirnya infrastruktur ini, dan Pemkab Bojonegoro juga telah merespons terhadap perencanaan anggaran 2021 agar segera dibangun saluran sekunder dan tersier untuk daerah irigasi Bendungan Gongseng. Jadi, saya yakin kedepannya akan semakin makmur,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)