/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, di Jawa Timur, Selasa (08/12/2020). Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan kunjungan kerja (kunker) BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi. Pertemuan yang dilakukan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengucapkan terimakasih dan menyambut hangat kunjungan dari BBWSBS. Kunker tersebut turut membahas proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) sekaligus melakukan peninjauan.

Bupati Madiun, berpesan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepelimikan terhadap sungai, agar tidak ada sampah yang mencemari sehingga menghambat aliran sungai dan berpotensi menyebabkan banjir. “Saya masih menemukan banyak sampah di sungai, terutama popok bayi, sebab masih banyak warga yang membuang ke sungai terkait mitos yang tumbuh di lingkungan kami. Untuk itu, kami bersinergi dengan seluruh jajaran yang terkait untuk beroperasi dan menertibkan kebiasaan tersebut,” pesannya.

Pada tahun 2019, Kabupaten Madiun sempat dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakhir akibat meluapnya Kali Jeroan yang merupakan anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo. Luapan kali yang memiliki panjang 35 kilometer tersebut juga mengakibatkan longsornya tanggul di beberapa titik serta putusnya parapet. Banjir tersebut juga menggenangi wilayah seluas 253 ha di enam desa termasuk ruas tol Solo-Kertosono.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan peninjuan lapangan menjelaskan bahwa pada tahun 2019 telah dimulai pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan, dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Adapun progres konstruksi proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) T.A. 2020, per 3 Desember 2020 telah mencapai 99,960% sesuai dengan rencana. “Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan, akan memberikan manfaat yang besar bagi warga setempat, khususnya untuk mengantisipasi bencana banjir akibat luapan sungai dampak dari meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi,” terangnya. (BBWSBS/Ferri)