/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Bergeraknya kembali sektor konstruksi bukan tidak hanya memberikan kesempatan bagi pekerja konstruksi, namun juga akan menggerakkan rantai pasok sektor konstruksi, sektor kontraktor, serta memberikan multiplier effect yang cukup luas bagi industri terkait.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) terpilih sebagai tempat penyelenggaraan acara Penandatanganan Kontrak Bersama Paket-paket Kementerian PUPR di Provinsi Jawa Tengah, yang bertempat di Gedung Graha Tirta I, kompleks Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (15/01/2020). Acara penandatanganan tersebut terhubung secara daring melalui video conference yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono, dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas PU SDA dan Penataan Ruang Provinsi Jateng, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Kepala Dinas PU Perumahan dan Permukiman Provinsi Jateng, Direktur Politeknik PU, Kepala BBWS Pemali-Juana, Kepala BPPJN Jateng-DIY, Kepala BP2JK Provinsi Jateng, Kepala BP2W Jateng, Kepla BP2P Jawa III, serta Kepala Balai Teknik Sungai.

Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani lima paket pekerjaan, dimana satu paket telah ditandatangani pada Desember 2020, serta satu paket yang ditandatangani di Jakarta yakni Pembangunan Bendungan Pidekso (Lanjutan), dan tiga paket lainnya ditandatangani dalam acara terkait.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan bahwa Pada APBN tahun 2021, Kementerian PUPR mendapatkan porsi anggaran yang besar. “Dengan porsi anggaran yang nilainya mencapai Rp149,8 triliun, saya mengingatkan kepada seluruh jajaran di Kementerian PUPR agar anggaran yang besar ini harus memiliki dampak signifikan, memberikan daya ungkit bagi ekonomi kita, dan membuat sektor konstruksi Nasional bergeliat kembali,” pesannya.

Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono, turut menyampaikan acara penandatanganan kontrak, dilaksanakan secara serentak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Penyedia Jasa dari kantor-kantor PUPR di 34 provinsi di Tanah Air. “Untuk mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan realisasi belanja, dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui e-Monitoring, serta optimalisasi penggunaan produk dalam negeri serta UMKM,” terangnya.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya yang disampaikan secara internal, juga mengucapkan terimakasih karena BBWSBS telah ditunjuk dan dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan acara yang sangat penting tersebut. “Kedepannya kami berharap agar paket-paket pekerjaan yang saat ini masih dalam proses lelang dapat segera selesai dan ditandatangani pula, sehingga pelaksanaan pekejaan pada tahun 2021 ini dapat diselesaikan tepat waktu,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)