/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bekerja sama dengan Laboratorium Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan Model Tes Bendung Gerak Karangnongko dan Bendung Klepek, Kamis (21/01/2020).

“Penelitian Model Tes dilakukan untuk mengetahui kondisi morfologi sungai dan mengetahui secara pasti aliran hidrolika. Running Bendung Gerak untuk mengetahui pola bukaan pintu yang berhubungan dengan Tinggi Muka Air (TMA)” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Ir. Suwanto Marsudi, MS selaku Kepala Laboraturium Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa hari ini dilakukan Running Bendung Gerak Karangnongko dengan Q2 th dengan debit 1564 m3 per detik, Q20 th dengan debit 2260 m3 per detik, Q50 th debit 3992 m3 per detik, Q100 th dengan debit 4324 m3 per detik dan Q1000 th dengan debit 5584 m3 per detik.

Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo tepatnya diperbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Sisi Kiri berada di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora dan sisi Kanan berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt.

Hari ini juga dilaksanakan Tes Model Bendung Klepek yang direncanakan akan dibangun di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan model bangunan yang memiliki dua intake yakni intake kiri yang mengairi sawah seluas 2.500 ha dan intake kanan yang mengairi lahan sawah seluas 14.188 ha.

Kedua infrastruktur tersebut sangat dinantikan oleh warga masyarakat disekitar. Semoga segala pembangunan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik (bbwsbs/sita).