/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan Sosialisasi Tingkat Balai Kegiatan Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2021 Wilayah Jawa Timur di Kota Madiun pada Kamis, (08/04/2021). Kegiatan P3TGAI tersebut dihadiri oleh pejabat dan karyawan di lingkungan BBWSBS, Tim Pelaksana Balai di Wilayah O&P SDA III, dan Konsultan Manajemen Balai, Kepala Desa penerima P3TGAI, Tenaga Pendaming Masyarakat (TPM) serta Ketua P3A/HIPPA penerima P3TGAI. Sebelumnya, acara dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui serangkaian Rapid Test Antigen dengan hasil keseluruhan negatif.

Disebutkan jika pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah OP III Madiun terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Tahap I pada periode April sampai dengan Agustus dengan total 255 Desa sedangkan untuk Tahap II dengan total 16 Desa. Keseluruhannya terbagi menjadi 5 Kabupaten yaitu Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.

Kepala BBWSBS, yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA Bengawa Solo Ali Rahmat, ST, MT dalam sambutannya menyampaikan harapannya terkait program P3TGAI agar bisa menumbuhkan rasa memiliki dan pemeliharaan terhadap pemanfaatan air untuk irigasi.
“P3TGAI diharapkan menjadi program yang mampu menarik kebersamaan petani dalam memanfaatkan air untuk irigasi melalui saluran yang telah dibangun serta menumbuhkan rasa memiliki dan memelihara hasil kegiatan ini dan saya berpesan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan tahapan kegiatan P3TGAI di masa pandemi ini,” paparnya.

P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA). Kegiatan tersebut bermaksud untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan yang berdasarkan prinsip kemandirian. Hal ini dimaksud untuk mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan paparan materi yang disampaikan oleh Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA III BBWSBS, Sution Jahtoro, ST, MT menyebutkan tujuan P3TGAI yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi dengan rangkaian kegiatan.
“Proses pemberdayaan dimulai dari perencanaan,pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelakaana kegiatan. Kegiatan rehabilitasi/peningkatan/pembangunan jaringan irigasi dapat berupa bangunan utama, saluran pembawa, bangunan bagi/sadap, bangunan pelengkap dan pembuangnya,” paparnya.

Nantinya, pelaksanaan P3TGAI tahun ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa penerima P3TGAI yang beberapa diantaranya merupakan korban PHK terdampak pandemi, berlakunya perputaran ekonomi di desa, serta pengelolaan air irigasi. (Fira/BBWS)