/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1 bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. beserta pejabat dan staf BBWSBS lainnya, melakukan monitoring infrastruktur di Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dan Waduk Kedung Uling, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Selasa (20/4). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Monitoring tersebut sekaligus untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi banjir yang merupakan bencana tahunan di musim hujan. Sesuai dengan kebijakan dalam pembangunan infrastruktur ketahanan bencana mencakup pengembangan infrastruktur tangguh bencana dan penguatan infrastruktur vital, pengelolaan terpadu kawasan rawan bencana, serta restorasi dan konservasi daerah aliran sungai.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. “Kami sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” ujarnya.

Jarot menambahkan diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal. “Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk memperhatikan pekerjaan yang ditanganinya. Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Perlu adanya kesiapsiagaan apabila terjadi bencana,” katanya.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan selalu menjalin komunikasi antar instansi. Hal itu dilakukan untuk bertukar informasi antar satu dengan yang lainnya sehingga jika suatu hari terjadi permasalahan tentang Sungai Bengawan Solo dapat segera diselesaikan. ”Tugas kita bersama untuk dapat mencari solusi terbaik tentang permasalahan Sungai Bengawan Solo,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)