/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Balai Teknik Sungai menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Pengendalian Penerapan

Manajemen Risiko (MR) pada Kamis, (09/09/2021) di Kantor BBWS Bengawan Solo. Kegiatan yang dihadiri oleh pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dan Balai Teknik Sungai tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Manajemen risiko merupakan hal yang penting dalam pekerjaan infrastruktur, terkhusus pada proyek pembangunan. Proses manajemen risiko adalah penerapan kebijakan, prosedur, dan praktik manajemen yang bersifat sistematis atas aktivitas penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, respon risiko, pemantauan, serta informasi dan komunikasi. Tujuan manajemen risiko secara umum adalah untuk melindungi dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian tujuan, mendorong setiap pegawai untuk hati-hati dalam
bertindak.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk menjadi pendamping penyusunan dan pengendalian penerapan manajemen risiko. “Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada BBWS Bengawan Solo untuk menjadi Pendamping Penyusunan dan Pengendalian Penerapan Manajemen Risiko (MR). Semoga nantinya kita bisa mendapatkan kebaikan yang bisa diterapkan kedepannya di BBWS Bengawan Solo maupun Balai Teknik Sungai,” paparnya.

Turut memberikan sambutan, Kepala Balai Teknik Sungai, Marasi Deon Joubert, ST,
MPSDA menyatakan jika kegiatan ini dapat menambah pemahaman tentang manajemen risiko. “Pendampingan kegiatan ini bermanfaat dalam menambah pemahaman tentang manajemen risiko untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur dalam penerapan MR yang baik,” ucapnya.

Turut hadir dan memberikan arahannya, Direktorat Kepatuhan Intern, Mochamad Mazid, ST, Sp-1 menyebut jika kegiatan ini sebagai bentuk masukan bagi pelaksanaan MR di tahun 2021. Selain itu, Mochamad Mazid juga mengungkap jika perlu dilakukan pengawalan dalam penerapan manajemen risiko. “Kegiatan ini sebagai bentuk masukan bagi pelaksanaan manajemen risiko di tahun 2021 sekaligus persiapan di tahun 2022. Harus dilakukan pengawalan dari sisi kinerja karena budaya sadar resiko harus kita jalankan mulai dari level pimpinan sampai dengan jajarannya,” paparnya (BBWSBS/ Safira Dita)