/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), menghadiri acara Rapat Evaluasi Semester I DOISP Phase II Tahun 2022 dan Bimbingan Teknis Unit Pengelola Bendungan (UPB) dan Pelaksanaan Operasi Pemeliharaan (OP) Bendungan di Alila Hotel Solo, Rabu (20/07/2022). Acara tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Pembangunan bendungan baru saat ini dibangun dengan berbagai fasilitas umum yang lengkap seperti gardu pandang, kantor pengelola, masjid, rumah pengelola dan lain lain. Untuk itu, tantangan bagaimana meng-OP-kan bendungan baru mapun lama, harus siap dihadapi.

Direktur Bina OP, Adenan Rasyid, S.T., M.T., dalam sambutannya yang disampaikan secara daring berpesan semoga dengan kegiatan ini kita dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan yang ada diseluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai bekal dalam perencanaan/pengelolaan bendungan ke depannya.

Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T., M.Si., juga menyampaikan bahwa maanfaat bendungan juga dipergunakan salah satunya untuk wisata. Dimana saat ini banyak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) daerah melirik untuk mengelola pemanfaatan wisatanya.

“Saat ini kita belum mempunyai aturan baku terkait perjanjian kerja sama antara kita Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengelolaan wisatanya. Ini merupakan tantangan kita semua untuk bersama mencari bentuk perjanjian kerjasama pengelolaan wisata yang baku,” paparnya.

Sebagai informasi, UPB BBWSBS telah mengalami perkembangan dari awal pembentukan pada tahun 2012 s/d saat ini tahun 2022. Perkembangan ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja bendungan baik dalam pelayanan manfaat dan meningkatkan keamanan bendungan melalui data yang diperoleh dari lapangan.

Beberapa aspek yang dikembangkan oleh UPB BBWSBS adalah aspek data dan aspek sumber daya manusia (SDM). Aspek data meliputi produksi data oleh petugas, pengiriman dan pencatatan data, serta evaluasi data oleh petugas olah data di kantor UPB. Sedangkan aspek SDM meliputi peningkatan kapasitas SDM petugas OP bendungan dan evaluasi petugas OP bendungan. (BBWSBS/Ferri)