/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan kerja spesifik (kunfik) Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), di area proyek pekerjaan pembangunan Bendungan Jlantah, di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (15/09/2022).

Kunfik tersebut juga turut dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, dan Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ir. Asep Arofah Permana, M.M., M.T., dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Hamid Noor Yasin, M.M., menyampaikan turut menyambut gembira atas dilaksanakannya Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Jlantah di Karanganyar. “Kami dari Komisi V DPR RI datang untuk memberikan apresiasi, saran, serta masukan, dengan harapan secara pemanfatannya dapat dirasakan untuk masyarakat sekitar. Kami juga selalu bersinergi dengan bupati, provinsi, dan pusat sehingga proses pembangunan bendungan ini dapat lancar tanpa terkendala,” ujarnya.

Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, juga memohon dukungan dan doa dari semua pihak, agar tercipta sinergitas yang solid. “Kami akan bekerja keras serta mendorong dan memonitor secara ketat untuk pelaksanaannya, sehingga dapat tercapai target pembangunannya,” sambungnya.

“Kami yakin dengan dibangunnya Bendungan Jlantah akan mendatangkan manfaat yang besar utamanya kepentingan irigasi di areal persawahan guna meningkatkan ketahanan pangan. Sawah-sawah yang sebelumnya mengandalkan tadah hujan, nantinya dapat dijangkau saluran irigasi bendungan sehingga dapat panen tiga kali setahun, serta tidak bergantung pada musim,” terang Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M.

Progres fisik pembangunan bendungan yang terletak di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar tersebut saat ini telah mencapai 44,87%. Untuk manfaat yang dihasilkan antara lain irigasi seluas 1.494 Ha (D.I. Tlobo dan D.I. Bondukuh), menghasilkan air baku 150,00 lt/dt (Kec. Jatiyoso, Kec. Jatipuro, dan Kec. Jumapolo), menghasilkan energi listrik sebesar 625 KWh serta mereduksi banjir 70,34 m3/dt (51,26% Q50). (BBWSBS/Ferri)