/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Dalam rangka Pelatihan Penguatan Kelembagaan Kelompok Masyarakat di Bendungan Cengklik, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O & P) SDA Bengawan Solo melaksanakan Kegiatan Mitigasi Sedimentasi dan Pengamanan Waduk Berbasis Peran Serta Masyarakat bertempat di Megaland Hotel, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin-Selasa (24-25/10/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharan (O & P) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti didampingi pejabat di lingkungan BBBWSB, Forum Komunitas Daerah Tangkapan Air Kali Mili, Forum Komunitas Waduk Kartika Jaya, Kelompok Masyarakat Kali Jogo Jatisari, Banyu Mili Canden, Panggon Sinau Senting, Sudiro Joyo Ngargorejo, dan Ngudi Tirto Lestari Sobokerto dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran kepedulian, dan kemampuan masyarakat secara bersama mencegah terjadinya hal-hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan keamanan Bendungan Cengklik.

Sri Wahyu Kusumastuti dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini agar masyarakat memiliki kesadaran, kepedulian dan kemampuan secara bersama mencegah terjadinya hal- hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan pemeliharaan dan keamanan bendungan secara mandiri dan berkelanjutan serta dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA).

Disampaikan juga oleh Sri Wahyu Kusumastuti jika dalam menjaga keberlangsungan Sumber Daya Air diperlukan juga peran dan partisipasi masyarakat sebagai pemanfaat air untuk menjaga dan mengelola sumber daya air demi keberlangsungan hidup.

“Kami berharap agar dapat terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya mereka memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam mengelola sumber air, serta meningkatkan kelestarian lingkungan. Sehingga permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Selanjutnya pada hari kedua kegiatan diadakan pelatihan yang difokuskan dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat, yaitu melalui kegiatan pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah dan pembuatan pupuk organik dari enceng gondok. Praktek pelatihan tersebut dilaksanakan di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.