/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) turut berpartisipasi dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) ke-39 pada Jumat-Sabtu (28-29/10/2022) di Universitas Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut terselenggara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Acara HATHI ke-39 tersebut dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, didampingi oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) sekaligus Ketua Umum HATHI, Jarot Widyoko, bersama Gubernur NTB serta Rektor Universitas Mataram.

Pertemuan ilmiah yang mengusung tema Pemanfaatan Teknologi Cerdas dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana terkait Air di Era Pasca Pendemi Covid-19 kali ini dihadiri oleh pimpinan perwakilan dari 57 perguruan tinggi di Indonesia yang juga melakukan kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan HATHI untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang SDA.

Menteri Basuki juga mengajak kepada tamu, khusunya untuk kalangan mahasiswa yang hadir agar memanfaatkan PIT ini untuk bisa mengenali dan nantinya dapat berkecimpung dalam organisasi profesi bidang SDA.

“Kegiatan seminar tahunan seperti ini merupakan kegiatan yang harus terus dilakukan untuk mengasah intelektualitas dan memperbarui keilmuan. Jadi saat wisuda kita juga sudah dipesankan jangan jauh dari kampus,” pesannya.

Jarot Widyoko dalam pidato sambutannya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri PUPR untuk berkolaborasi dengan universitas terdekat khususnya semua kegiatan SDA di wilayah terdekat yang dapat dijadikan sarana untuk magang dan praktek lapangan.

Dalam sesi presentasi paralel, BBWSBS juga turut menghadirkan dua orang pemakalah secara daring, yakni Samuel Harjanto, dengan judul makalah Kajian Perubahan Geometri Sungai Terhadap Kondisi Hidraulik, Studi Kasus: Anak Sungai Kebo, dan Destiana Wahyu Pratiwi, dengan judul makalah Perbandingan Pola Distribusi Hujan Terukur dan Metode Empiris dalam Perhitungan Debit Banjir Rencana DAS Jurug. Adapun, makalah yang dipaparkan Destiana turut mendapat predikat dalam 10 predikat full paper (FP) terbaik.

Tujuan diskusi tersebut antara lain memberikan kesempatan bagi para ilmuwan, praktisi, dan profesional mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam memajukan manajemen SDA, menyediakan forum bagi para ahli untuk bertukar pengetahuan, pemikiran, dan pengalaman dalam mengelola SDA untuk mengatasi sebagai upaya menghadapi tantangan global. (Humas/Ferri)