/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Sosialisasi Tata Cara Monitoring dan Evaluasi Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I) BBWSBS Tahun Anggaran 2022 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di The Sunan Hotel Solo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (09/11/2022). Gelaran acara tersebut terkait dengan selesainya penyusunan Dokumen RP2I Daerah Irigasi (DI) Kewenangan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten.

RP2I merupakan instrumen perencanaan yang diperlukan oleh BBWS, atau pihak lain seperti provinsi atau kabupaten untuk melaksanakan kebijakan dan strategi pembangunan daerah di bidang pertanian, serta pengelolaan irigasi secara partisipatif dengan tujuan untuk mewujudkan keberlanjutan sistem irigasi selama 5 (lima) tahun kedepan. Pelaksanaan RP2I di wilayah sungai (WS) Bengawan Solo terdiri dari 1 provinsi dan 5 kabupaten yaitu Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan.

Dalam kegiatan penyusunan RP2I ini, setiap pemerintah daerah bertanggung jawab dalam menyusun dokumen RP2I sesuai dengan kewenangannya masing-masing, yang mana nantinya setiap dokumen dari masing-masing kewenangan akan dikompilasikan untuk dijadikan dokumen RP2I berbasis kabupaten.

Kepala BBWSBS, Maryadi, melalui Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O & P SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, menyampaikan bahwa untuk menunjang keberlangsungan pelaksanaan RP2I di masing-masing kabupaten perlu adanya keterlibatan dari semua pihak baik pemerintah, stakeholder, maupun HIPPA/GHIPPA/IHIPAA. “Besar harapan saya semua pihak dapat ikut berpatisipasi dalam pelaksanaan, pemantauan, monitoring dan evaluasi RP2I di WS Bengawan Solo. (Humas/Ferri)