/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Peningkatan Kapasitas SDM untuk Petugas OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada operasi dan pemeliharaan (O&P) bangunan infrasruktur sungai di wilayah hilir. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Hotel Aston, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis – Jumat (21-22/10/2021).

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Wilayah Hilir ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan OPP (Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan) Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi petugas OP di lapangan agar lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OPP secara baik dan benar.

Peserta yang hadir dalam kegiatan Kapasitas SDM untuk OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai Wilayah Sungai Bengawan Solo hilir ini terdiri dari Petugas Sungai, Petugas Tanggul, Petugas Pantai dan Petugas Pintu dengan total undangan sebanyak 57 orang.

Kegiatan ini berlangsung dengan paparan materi tentang Tugas dan Fungsi Unit Pengelola Sungai dan Mitigasi Bencana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Sedangkan materi kedua dengan materi Tugas dan Fungsi Petugas OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai dan materi Operasi Pemeliharaan Sungai dan Prasarana Sungai, Pantai dan Pintu air oleh PPK OP SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT.

Setelah mendapat materi secara general, para peserta dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan tugasnya. Kelas pertama adalah Kelas untuk Petugas OP Sungai dan Tanggul yang diberikan materi tentang Review Pengenalan Dasar Sarana dan Prasarana Sungai, Survey Inventaris Kondisi dan Fungsi Sungai dan Prasarana Sungai dan Penilaian Kinerja Sungai dan Prasarana Sungai yang disampaikan oleh Lalu Maharyani Kesuma. Sedangkan materi mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Sungai dan Tanggul (AKISDA) disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai.

Kelas kedua adalah kelas untuk Petugas Pintu Air dan Pantai dengan materi yang diberikan mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Pintu dan Pantai yang disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Sedangkan materi mengenai Pengenalan Dasar Jenis Pintu dan Jenis Bangunan Pengaman Pantai, Operasi dan Pemeliharaan Pada Pintu dan Pengaman Pantai, selanjutnya materi mengenai Survey Inventarisasi Kondisi dan Fungsi Pantai dan Pintu yang disampaikan oleh Ir. Lalu Marhayani Kesuma, ST., M.Eng., IPM.

Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si mengatakan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional.

“Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” ujarnya.

Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki 96 DAS dengan luas 19.551 km² yang terbagi 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdiri dari 10 kabupaten dan 3 kota serta dibagi menjadi 3 wilayah kerja yaitu hulu, madiun dan hilir. Dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sungai, mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sungai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, maka dilaksanakanlah kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai beserta prasarananya.

“Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. Tanpa adanya pemeliharaan sungai dan prasarananya, maka kelancaran operasi prasarana sungai juga akan terganggu dan tidak dapat berfungsi maksimal,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Selain Penuhi Kebutuhan Irigasi, Bendungan Pidekso Dapat Menjadi Pengendali Banjir

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) yang diwakili oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan pengisian awal (impounding) waduk di Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021). Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Bendungan Pidekso merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik. Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha.

Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Proses impounding dilakukan secara simbolis dengan menekan sirine oleh Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Ir. Sudirman, MM., Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan didampingi Bupati Wonogiri, Joko Sutopo beserta jajarannya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan Bendungan Pidekso telah melewati perjalanan Panjang untuk mencapai momen ini antara lain sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi, dan sertifikasi persetujuan pengisian waduk. Proses ini perlu dilalui untuk menjamin keamanan terhadap konstruksi bendungan yang dilaksanakan.

“Pekerjaan Bendungan Pidekso dilaksanakan mulai tahun 2014 dan direncanakan selesai pada tahun 2022 dengan biaya sebesar 794 M dengan sumber dana APBN. Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Pidekso sebesar 80,13%.,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa masyarakat Kabupaten Wonogiri sendiri hidup dari pertanian dan industri yang sangat membutuhkan air untuk keperluan pertanian maupun air baku untuk air minum. Dengan adanya Bendungan Pidekso ini juga diharapkan dapat mengurangi bencana banjir wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Pidekso dapat diandalkan saat musim kemarau tiba.

“Di musim hujan, Bendungan Pidekso difungsikan sebagai waduk tadah hujan dan pengendali banjir. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Pidekso juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata. Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Pidekso, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kabupaten Wonogiri,” pesan Agus.

Pengisian Bendungan Pidekso dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 39 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan Wonogiri mempunyai potensi air bersih yang cukup besar. Air bersih tersebut bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan yang selama ini melanda wilayah Wonogiri bagian selatan. “Wilayah Wonogiri bagian selatan seperti Kecamatan Giriwoyo, Giritontro, Pracimantoro dan Paranggupito bakal menikmati efek dari pembangunan Waduk Pidekso,” ujarnya.

Joko Sutopo mengatakan, selain air bersih, pembangunan waduk juga bermanfaat untuk lahan pertanian. “Kami selalu berusaha dan berkontribusi agar pembangunan cepat selesai sesuai target. Karena aspek kemanfaatannya luar biasa, atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama masyarakat mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan dibangunnya Bendungan Pidekso. Kehadiran Bendung Pidekso tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek konservasi pariwisata,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Tangani Rowo Jombor BBWS Bengawan Solo Gandeng TNI AD

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan Pelaksana Swakelola dalam pelaksanaan kegiatan Revitalisasi Rowo Jombor dengan Pola Kerjasama TNI di lingkungan Satuan Kerja non Vertical Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Rabu (13/10/2021) di Makorem 074 Warastratama.

Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Acara penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS.

Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani pelaksanaan swakelola Pekerjaan Revitalisasi Rowo Jombor dengan Pola Kerjasama TNI pada kegiatan pembersihan keramba ± 94,7 Ha, penataan warung apung dan pemancingan seluas ± 11,7 Ha dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 10.791.245.000,- (Sepuluh Milyar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Dua Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah) yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., dan Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Koordinasi Lintas Sektor Proyek Revitalisasi Rawa Jombor di Klaten pada Selasa (12/10/2021) bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani, Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A, dan Dandim 0723 Klaten Letkol Inf. Joni Eko.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA di Rawa Jombor.

“Proyek Revitalisasi Rawa Jombor seluas sekitar 198 hektare itu akan dilakukan secara menyeluruh. Beberapa pekerjaan dalam proyek revitalisasi itu meliputi pengerukan sedimentasi, menghilangkan populasi enceng gondok, penataan bangunan fisik, penataan warung apung, dan lain sebagainya. Fungsi utama Rawa Jombor adalah sebagai sumber irigasi serta penampung air hujan untuk mencegah banjir,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Koordinasi Lintas Sektor Proyek Revitalisasi Rawa Jombor di Klaten

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani, Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf Rudy Saladin, M.A, dan Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo di Markas Kodim (Makodim) 0723/Klaten, Selasa (12/10/2021).

Koordinasi kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek revitalisasi Rawa Jombor, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setelah melakukan koordinasi, BBWSBS melakukan kegiatan monitoring di Rawa Jombor dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T, beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Fungsi utama Rawa Jombor adalah sebagai sumber irigasi serta penampung air hujan untuk mencegah banjir. Selain itu, Rawa Jombor selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas warga sekitar seperti budi daya ikan menggunakan karamba, warung apung, serta belakangan digunakan untuk wisata perahu.

Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, menuturkan ada kegiatan penataan dan revitalisasi yang sudah berjalan, seperti pembuatan pagar pengamanan serta pembuatan jogging track keliling rawa. Namun, baru dibangun sekitar 2 km. Sementara, kegiatan pengerukan sedimentasi ditargetkan tetap berjalan pada 2021.

“Saya berharap Rawa Jombor dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target, sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Sinergitas Percepatan Pembangunan Infrastruktur SDA di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro di kantor BBWS Bengawan Solo, Kamis (07/10/2021).  Kegiatan kunjungan yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum (PU) SDA Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus beserta jajarannya tersebut telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kegiatan kunjungan tersebut dimaksudkan dalam rangka konsultasi dan koordinasi kesepakatan sinergitas percepatan pembangunan Infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro. Koordinasi Dinas Pekerjaan Umum SDA Kabupaten Bojonegoro dengan BBWS Bengawan Solo terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Pejok dan infrastruktur lain di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam koordinasi tersebut, Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT memaparkan jika AMDAL dan LARAP (Land Lqusition Resetlement Action Plan) sudah memasuki tahap desain sehingga harapannya akhir tahun dapat melalui sidang teknis untuk sertifikasi desain. Ali Rahmat menyebut agar bisa dibangun kesepakatan sinergitas terkait percepatan pembangunan infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro.

“Terkait rencana pembangunan Bendungan Pejok, menjadi salah satu infrastruktur SDA yang masuk dalam pola Wilayah Sungai Bengawan Solo, sehingga kami BBWS Bengawan Solo akan senantiasa mendukung rencana pembangunan bendungan tersebut” paparnya.

Dinas Pekerjaan Umum SDA Kabupaten Bojonegoro mengharapkan kerjasama dari pihak BBWS Bengawan Solo selalu terjalin demi tercapainya percepatan infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro.

Kunjungan seperti ini merupakan sarana komunikasi yang baik antara BBWS Bengawan Solo dan Dinas Pekerjaan Umum SDA Kabupaten Bojonegoro. Segala masukan, kritik, saran dan rekomendasi sangat bermanfaat bagi pelaksanaan pekerjaan dan pemeliharaan khususnya untuk infrastruktur SDA. (BBWSBS/Safira)

Sosialisasi Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana di Wilayah Sungai Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Selasa (05/10/2021) di Jl. Adisucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS dan para pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo ini telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam sambutanya, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung berjalannya kegiatan sosialisasi. Dijelaskan pula jika kegiatan sosialiasi ini sebagai upayameningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana di Wilayah Sungai Bengawan Solo secara berkesinambungan. “Terima kasih untuk kehadirannya baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan atau yang terputus dari jejaring komputer (luring). Semoga dengan adanya sosialisasi ini semua unsur dalam hal ini yakni pemerintah dan masyarakat, bisa berperan masing-masing untuk mengurangi risiko bencana di Wilayah Sungai Bengawan Solo,” paparnya.

Sosialisasi ini berlangsung dengan paparan materi dari BMKG Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk prakiraan musim penghujan Wilayah Sungai Bengawan Solo Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2021-2022 dengan moderator Kabag TU BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T.,. Secara umum pada Bulan Agustus wilayah Jawa Tengah sudah memasuki Musim Kemarau. Kondisi hujan yang terjadi pada periode musim kemarau dipengaruhi adanya anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia yang lebih hangat. Pada Wilayah Sungai Bengawan Solo prakiraan hujan Bulanan pada Oktober, November, dan Desember diprakirakan dalam kategori menengah hingga tinggi. Secara umum, puncak musim hujan pada bulan Januari 2022. Sehingga perlu adanya upaya kewaspadaan bencana hidrometeorologi pada menjelang, saat, dan akhir musim hujan.

Sedangkan menurut data BMKG di wilayah Jawa Timur, sepanjang Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Jawa Timur diprakirakan memasuki awal musim hujan dari Oktober hingga November 2021. Puncak musim hujan pada tahun 2021/2022 di sepanjang DAS Bengawan Solo di Jawa Timur berada pada bulan Januari 2022 (Madiun, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik) sedangkan Ngawi pada bulan Februari 2022. Tingkat rawan bencana banjir di sepanjang DAS Bengawan Solo diprakirakan tinggi pada bulan Desember- Maret 2022.

Kegiatan sosialisasi juga turut membahas Evaluasi Bencana 2021-2022 di wilayah Sungai Bengawan Solo Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur oleh Kabid PJPA BBWSBS,Heriantono Waluyadi,ST, MT, dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai, Sugeng Wiratna, ST, MT. Dalam paparan tersebut diingatkan jika sebentar lagi akan memasuki musim hujan sehingga diperlukan komunikasi yang baik seluruh satgas dari Hulu sampai Hilir agar ketika sewaktu-waktu terjadi bencana semuanya dalam keadaan siap. “Perlu sinergitas semua pihak dan saling menginformasikan untuk mitigasi bencana banjir atau kekeringan sehingga tidak hanya pada penanganan darurat saja namun perlu memperlibatkan masyarakat sehingga harapannya bisa mengurangi bencana,” paparnya.

Kegiatan berlanjut dengan paparan terkait Pengelolaan Data Informasi Hidrologi dalam Mitigasi Bencana oleh Kabid KPI SDA BBWSBS, Ali Rahmat, ST, MT., Menurutnya, pengelolaan data dan informasi hidrologi dalam mitigasi bencana menjadi penting karena mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Pengelolaan data hidrologi berupa data hujan tinggi muka air dan klimatologi baik secara telemetri maupun manual melalui pencatatan pos di lapangan salah satu fungsinya adalah untuk mitigasi bencana. Paparan Pedoman Siaga Bencana 2021-2022 dan Pelaporan Bencana juga diberikan oleh Kabid OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., yang menyebutkan jika pedoman Bencana 2021-2022 dan Pelaporan Bencana dibuat sebagai ikhtiar untuk pencegahan dini dalam menanggulangi bencana.

“Tugas dan fungsi BBWS Bengawan Solo salah satunya adalah menyelenggarakan fungsi pengelolaan sistem hidrologi dan pengelolaan sistem informasi SDA. Kegiatan pengelolaan hidrologi dalam wilayah sungai berupa perencanaan jaringan dan evaluasi pos hidrologi, pembangunan pos hidrologi dan pemasangan peralatannya, pelaksanaan pengoperasian alat dan pemeliharaan, pemantauan, pengumpulan data dan pengukuran, pengolahan penyimpanan data hidrologi publikqso dan desiminasi data, penganalisaan data hidrologi dan penyediaan informasi hidrologi,” paparnya.

Sosialisasi kali ini sekaligus penjelasan mengenai Sistem Informasi Bencana Bengawan Solo (SIBENSOL). Salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam pengurangan resiko besaran banjir dan kerentanan banjir adalah dengan melibatkan peran aktif masyarakat dalam penggunaan SIBENSOL yang merupakan sarana pelaporan kejadian bencana banjir, longsor akibat bangunan banjir, dan kerusakan infrastruktur akibat banjir. Melalui sistem ingormasi kejadian bencana ini masyarakat dapat berpartisipasi dalam pelaporan melalui laman SIBENSOL.(BBWSBS/Safira)

Peningkatan Irigasi Klaten melalui P3-TGAI

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan Serah Terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap I Tahun Anggaran 2021 pada wilayah kerja Bengawan Solo Hulu untuk wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (05/10/2021). Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

P3-TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau lnduk Perkumpulan.

Jumlah desa di Kabupaten Klaten yang menjadi penerima P3TGAI pada Tahap I ini adalah sejumlah 25 (dua puluh lima) desa yang didampingi oleh 14 (empat belas) TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) dan 1 (satu) Koordinator TPM. Sedangkan untuk hasil pekerjaan saluran tersier terbangun minimal sepanjang 300 sampai dengan 800 meter dalam waktu kurang lebih 5 (lima) bulan.
Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa dan pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Program P3-TGAI bertujuan untuk merehab irigasi kecil atau desa dan irigasi tersier. Dengan bantuan dana tersebut, semakin banyak sawah petani di Klaten yang mendapatkan pasokan air irigasi,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T mewakili BBWS Bengawan Solo.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA turut berpesan agar kegiatan P3TGAI ini bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya para petani. “Melalui program ini harapannya semakin banyak sawah di Klaten yang teraliri air. Artinya, sektor pertanian Klaten bisa terus dikembangkan karena air tercukupi,” katanya. (BBWSBS/Tamara/MG- Alfida)

Monitoring Proyek Pekerjaan di Bendungan Krisak

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan monitoring paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu tepatnya di Bendungan Krisak, Kabupaten Wonogiri, Senin (04/10/2021). Bendungan Krisak berada di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri pada wilayah kerja BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring di Bendungan Krisak dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, dan Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, Bendungan Krisak selesai dibangun pada tahun 1943. Fungsi dibangunnya waduk ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di wilayah Kabupaten Wonogiri pada umumnya dan Kecamatan Selogiri pada khususnya. Secara administratif waduk Krisak terletak di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah. Dari Kota Wonogiri ±8 km ke arah barat laut. Daerah hilir bendungan merupakan daerah yang terdiri dari daerah pemukiman padat penduduk serta area irigasi teknis yang cukup subur. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah Bertani.
Beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan antara lain adalah perbaikan puncak bendungan, perbaikan drainase bendungan, serta perbaikan spillway bendungan, dan saat ini progress keseluruhan paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu ini adalah sebesar 66,24%.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar pekerjakan di Bendungan Krisak segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. Selain itu saya berharap dengan adanya pembangunan di Bendungan Krisak ini dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait.,” paparnya. (BBWSBS/Tamara)

Serah Terima Hasil Kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Kabupaten Wonogiri

Sehubungan dengan selesainya pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2021, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap I Tahun Anggaran 2021 pada wilayah kerja Bengawan Solo Hulu untuk wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Senin (04/10/2021). Kegiatan yang turut dihadiri Kepala Balai BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, dan Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehata (prokes) pencegahan Covid-19.

Selain untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional, kegiatan P3TGAI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Program tersebut juga bermanfaat untuk memperkuat sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi. Untuk wilayah kerja Bengawan Solo Hulu di Provinsi Jawa Tengah mendapatkan alokasi sejumlah 177 desa yang tersebar di 6 Kabupaten yaitu Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri. Jumlah desa di Kabupaten Wonogiri yang menjadi penerima P3TGAI pada Tahap I sejumlah 31 (tiga puluh satu) desa yang diampu oleh 17 (tujuh belas) TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) dan 1 (satu) Koordinator TPM. Sedangkan untuk hasil pekerjaan saluran tersier terbangun minimal sepanjang 300 sampai dengan 800 meter dalam waktu kurang lebih 5 (lima) bulan.

Kepala BBWSBS, dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga kegiatan P3TGAI ini dapat diselesaikan dengan baik. Agus Rudyanto juga berharap jika nantinya kegiatan tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah lokasi pekerjaan. Kegiatan Serah Terima Hasil Pekerjaan P3TGAI Tahap I di Kabupaten Wonogiri ini juga turut dihadiri oleh Bupati Wonogiri, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri, Sekretaris Kabupaten Wonogiri serta Kepala Desa dan Ketua P3A Kabupaten Wonogiri Tahap I.

“Progres pelaksanaan fisik maupun keuangan untuk Tahap I telah mencapai 100% sehingga dilaksanakan kegiatan serah terima hasil kegiatan P3TGAI khusus untuk Kabupaten Wonogiri Tahap I. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat khususnya Bapak Bupati dan OPD yang terkait, Aparatur Keamanan serta Bapak ibu Camat, Kepala Desa, P3A, TPM, KMB, Satker dan PPK OP SDA sehingga kegiatan P3TGAI ini dapat diselesaikan dengan baik,” paparnya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo turut berpesan agar kegiatan P3TGAI ini bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya para petani.

“Kegiatan program yang dilaksanakan oleh masyarakat petani harus dapat dipertanggungjawabkan dalam hal ketepatan sasaran, waktu, pembiayaan dan mutu pekerjaan. Hasil kegiatan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat petani secara berkelanjutan (sustainable), sehingga dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh P3A/GP3A/IP3A.,” paparnya. (Safira-MG Inki)

BBWS Bengawan Solo Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)  Bengawan Solo menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan Bencana 2021-2022 di Kantor BBWS Bengawan Solo, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (01/10/2021). Kegiatan tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Apel tersebut dalam rangka meningkatkan koordinasi dan mendukung tugas dan fungsi penanggulangan ataupun mitigasi jika terjadi bencana banjir. BBWS Bengawan Solo juga membentuk satgas yang terbagi di beberapa titik mulai dari hulu hingga hilir daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, dengan memanfaatkan instrumen yang ada untuk ikut memantau cuaca, iklim, dan memprediksi terjadinya banjir.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., mengatakan selain menyiagakan pasukan, kelengkapan peralatan untuk tanggap bencana juga diperiksa. Mulai dari kesiapan peralatan untuk keamanan petugas atau sukarelawan hingga kesiapan armada patroli dan perahu.

“Kami melihat peristiwa sebelumnya. Saya juga berharap agar kita semua bersiap diri untuk menghadapi bencana yang akan terjadi, serta meningkatkan kesadaran dan sikap tanggap dalam menghadapi bencana banjir, tanah longsor, maupun kekeringan,” ujar Agus. Selain itu, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pelaporan kejadian bencana banjir, longsor akibat banjir, dan kerusakan infrastruktur bangunan air akibat banjir melalui laman SIBENSOL di alamat bbwsbengawansolo.id/sibensol

Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., mengatakan pada saat ini BBWS Bengawan Solo sudah membentuk Satgas Bencana. “Turun hujan sudah mulai merata sehingga hal itu mengisyaratkan kita harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan kami membentuk tiga Satgas Bencana yang terbagi atas koordinator satgas di wilayah hulu hingga hilir pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” pungkasnya.

Sejumlah alat berat di antaranya eskavator, truk crane, pompa air, dan perahu karet juga disiagakan khususnya di tiga titik Satgas Bencana. BBWS Bengawan Solo telah mempersiapkan segala hal, baik sumber daya manusia (SDM) maupun peralatan untuk mencegah kerugian yang lebih besar akibat bencana banjir. (BBWSBS/Tamara/MG – Inki)