/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

River Closure Bendungan Jlantah

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progress pengalihan sungai / river closure di Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah, Kamis (21/04/2022).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan, Dony Faturochman, S.T., M.T., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Bendungan Jlantah terletak di Desa Tlobo dan Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Bendungan tersebut memiliki luas genangan 50,45 Ha dan kapasitas tampung 10,97 juta m3.

Pembangunan Bendungan Jlantah merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan sudah masuk dalam RPJM 2010/2014, dan kini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan PERPRES No. 56 Tahun 2018 dan PERPRES No.109 Tahun 2020. Perencanaan Pembangunan Bendungan Jlantah telah dimulai dengan Studi Waduk/Bendungan Tahun 2012, DED Tahun 2013 (Studi Investigasi tambahan DD tahun 2017), Studi AMDAL Tahun 2017 dan LARAP Tahun 2015.

Bendungan Jlantah ini nantinya akan menghasilkan air baku sebesar 150 liter/detik, serta mampu mengairi lahan seluas 1.494 Ha di kawasan Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, dan Jatipuro. Bendungan yang dirancang dengan kapasitas tampungan total sebanyak 10,97 juta m3 tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW, pengendalian banjir, serta konservasi pariwisata di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan pekerjaan Bendungan Jlantah dilaksanakan mulai tahun 2018 dan direncanakan selesai pada tahun 2023 dengan sumber dana APBN. Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Jlantah sebesar 39,03%.

“Pengelakan Sungai di Bendungan Jlantah ini dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan 1443 H. Sehingga, diharapkan dengan berlangsungnya acara pada sore hari ini membuat Pembangunan Bendungan Jlantah menjadi berkah bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya,” katanya.

Agus menambahkan dengan dimulainya Pengalihan Sungai ke Terowongan Pengelak, diharapkan progress pekerjaan pembangunan Bendungan Jlantah dapat selesai sesuai dengan waktu yang di rencanakan. (BBWSBS/Tamara)

Puncak Peringatan Hari Air Sedunia ke 30 di BBWS Bengawan Solo

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-30 tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui balai-balai di seluruh Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Air Sedunia secara serentak. Dengan mengusung tema nasional “MANTAB : Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” peringatan Hari Air Sedunia di tahun 2022 ini di peringati oleh BBWS Bengawan Solo dengan menggelar berbagai kegiatan secara hybrid yang dipusatkan di Lapangan Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Rabu (30/3/2022) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo, SH, MH
mengatakan, kegiatan peringatan HAD ke-30 tahun 2021 yang mengusung tema nasional “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik dan masyarakat internasional akan pentingnya air tanah bagi kehidupan untuk selanjutnya bersama-sama melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

“Pelaksanaan aksi di daerah dan rangkaian kegiatan HAD ke-30 yang telah melibatkan masyarakat, profesional, perguruan tinggi, kementerian/lembaga, BUMN, swasta, dan Pemda ini, diharapkan dapat membentuk pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai 8 pengguna air, tetapi juga turut andil dan bertanggung jawab serta wajib memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air,” katanya.

Diharapkan kedepannya peringatan ini tidak berhenti hanya dengan penanaman pohon, namun harus diikuti dengan langkah merawat, menumbuhkan, memelihara dan menjaganya.
Dalam sambutan tersebut turut ditambahkan informasi, bahwa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 Tahun 2024 mendatang. WWF ke-10 akan diselenggarakan di Bali dengan mengangkat 9 tema “Water for Shared Prosperity” untuk menjawab tantangan dan potensi global yang diakibatkan oleh peningkatan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

Sementara Staf Ahli Menteri PUPR (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembaga dalam laporannya mengatakan, Kementerian PUPR menegaskan bahwa perubahan iklim berperan dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara.

“Mengemban amanat yang penting yang ingin kami sampaikan sesuai dengan tema “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” , kami ingin menegaskan bahwa perubahan iklim berperan sangat signifikan sehingga diperlukan partisipasi langsung oleh masyarakat dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara,” paparnya.

Dalam sambutannya, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan jika kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Air Dunia ke 30 dilaksanakan guna mendukung pelestarian lingkungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Disampaikan pula berbagai kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Air Dunia di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

“Peringatan puncak Hari Air Dunia yang ke 30 mengingatkan kita jika air merupakan sumber daripada sumber kehidupan. Berbagai kegiatan yang menggandeng berbagai lapisan masyarakat telah dilakukan BBWS Bengawan Solo. Disamping mengadakan penghijauan, BBWS Bengawan Solo juga menabur benih ikan untuk mendorong ketahanan pangan,” katanya.

Dalam kegiatan puncak peringatan Hari Air Dunia ke 30, BBWS Bengawan Solo turut melakukan gerakan penanaman pohon guna mengkonservasi Sumber Daya Air. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Kepala Satker PJSA Bengawan Solo, Kepala Satker ATAB Bengawan Solo tersebut dilaksanakan di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman pohon yang dilakukan oleh perwakilan dari BBWS Bengawan Solo, Camat Jogorogo, Polsek Jatirogo, Kepala Desa Kletekan, Kepala Desa Dawung, Bumdes Sarilawu, Bumdes Dawung, Koramil Jogorogo.

Hari Air Dunia atau World Water Day merupakan hari peringatan untuk menyadarkan masyarakat di dunia akan pentingnya sumber air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sejak disepakati pada sidang umum PBB ke-47 di Rio De Janeiro Brasil (22 Desember 1992). Peringatan Hari Air Sedunia ke XXIX telah dimulai sejak tahun 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air. (BBWSBS/Fira).

5.000 Benih Ikan Nila Disebar di Waduk Pondok

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyebar 5.000 benih Ikan Nila di Bendungan Pondok yang berlokasi di Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (28/03/2022) siang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech, menyampaikan kampaye air ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-30 tahun 2022. Kampanye Air ini untuk meningkatkan pemahaman publik akan pentingnya air bagi kehidupan untuk selanjutnya bersama-sama melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. “Masyarakat perlu diberikan pemahaman dan kesadaran bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga bertanggung jawab serta wajib memberikan konstribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air,” katanya.

Agus mengatakan menyampaikan sebanyak 5.000 benih Ikan Nila ditebar di Bendungan Pondok. Kegiatan seperti ini juga merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan benih ikan yang hari ini saya tebarkan bisa berkembang dan dinikmati masyarakat. Harapan saya, nanti benih ikan ini dapat berkembang biak sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

Agus membolehkan masyarakat untuk memancing ikan yang ada di sekitar Bendungan Pondok. Tapi para pemancing harus bersabar beberapa waktu untuk menunggu benih ikan yang disebarkan bertambah besar dan layak untuk dikonsumsi.

“Kawasan ini bisa menghasilkan wisata air seperti untuk pemancingan. Tapi pesan saya mari bersama-sama kita rawat dan kita jaga tempat ini,” ujar Agus.

Wisata Bendungan Pondok diresmikan pada 1 Januari 2020 dan hingga sekarang masih menjadi obyek wisata yang menyuguhkan panorama air yang indah.

Dengan luas sekitar 2.596 ha, waduk ini mampu menampung air sampai dengan 29 juta m3 sehingga terlihat seperti hamparan air yang menyerupai danau dengan latar belakang hutan dan daerah perbukitan. (BBWSBS/Tamara)

Penandatanganan 12 Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Penandatanganan Kontrak 12 Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWS Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (11/03/2022).
Acara penandatanganan tersebut diikuti oleh Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Jawa Tengah, Kepala BBWS Bengawan Solo dan pejabat di lingkungan BBWSBS dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kesempatan ini, PPK Perencanaan dan Program menandatangani tiga paket pekerjaan. Dengan rincian paket diantaranya Paket Pekerjaan SID/ DD Pembangunan DI Jlantah Kab. Karanganyar dengan penyedia jasa PT. Bina Buana Raya KSO PT. Tricons Karya Mandiri senilai RP 1.674.310.00,-, kemudian Paket LARAP Pembangunan DI Tukul Kab. Pacitan dengan penyedia jasa PT. Rencana Cipta Mandiri KSO PT. Sarana Perencana Jaya senilai Rp 1.350.360.000,-, dan Paket LARAP Pembangunan DI Jlantah Kab. Karanganyar dengan penyedia jasa PT. Rencana Cipta Mandiri KSO PT. Sarana Perencana Jaya senilai Rp 1.342.825.000,-.

Selanjutnya PPK Sungai dan Pantai I menandatangani dua paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Bina Cipta Utama – PT. Bangkit Ampuh Abadi, KSO senilai Rp. 50.820.000.000,-, dan Paket Supervisi Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab Madiun (Tahap II) dengan Penyedia jasa PT. INAKKO Internasional Konsulindo KSO PT. Mitra Utama Kenzo senilai Rp 3.491.455.000,-.

PPK Sungai dan Pantai II menandatangani dua paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway Plangwoot – Sedayu Lawas (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Kelman Infra Pratama senilai Rp 27.131.996.500,-, dan Paket Supervisi Pengendalian Banjir Kali Lamong dengan penyedia jasa PT. Wahana Prakarsa Urama Cabang Jatim senilai Rp 777.744.000,-.

Kemudian, PPK Irigasi dan Rawa II menandatangani tiga paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Rehabilitasi Bendung Klepek DI. Pacal di Kabupaten Bojonegoro (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Jaya Mulya Konstruksi senilai Rp 8.639.997.617,85,-, Paket Supervisi Rehabilitasi Bendung Klepek DI Pacal di Kabupaten Bojonegoro (Tahap II) dengan penyedia jasa PT. Brahma Seta Indonesia senilai Rp 1.317.855.000,-, dan Paket Supervisi Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (Tahap II) (IPDMIP) dengan penyedia jasa PT. Hilmy Anugerah – PT. Indec Internusa – PT. Mitra Utama Kenzo, KSO senilai Rp 2.424.150.000,-.

Terakhir, PPK Perencanaan Bendungan menandatangani empat paket pekerjaan. Dengan rincian Paket Persiapan OP Bendungan Pidekso di Kab. Wonogiri dengan penyedia jasa PT. Ika Adya Perkasa senilai Rp 1.722.050.000,-, Paket Persiapan OP Bendungan Tukul di Kab. Pacitan dengan penyedia jasa PT. Trideconst KSO PT. Adiguna Mitra Terpercaya Consultans senilai Rp 1.719.667.000,-, kemudian Paket Persiapan OP Bandung Bendo di Kab Ponorogo dengan penyedia jasa PT. Jasapatria Gunatama senilai Rp 1.749.077.000,-, dan Paket Persiapan OP Bendungan Gongseng di Kab Bojonegoro dengan penyedia jasa PT. Trideconst KSO PT. Adiguna Mitra Terpercaya Consultans senilai Rp 1.764.504.500,-. yang keseluruhannya memiliki waktu pelaksanaan 240 hari kalender.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap penyedia jasa dapat menjaga komitmennya dalam melaksanakan kontrak dengan baik dan tepat waktu. Kepala BBWSBS juga berpesan kepada para PPK untuk mengawal dan memonitoring dengan baik.

“Kami harapkan komitmen dari bapak ibu semua dari penyedia jasa untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dengan menerapkan tepat waktu dan tepat mutu. Kepada para PPK mohon untuk mengawal pelaksanaan program ini dengan baik, koordinasi secara intensif dan memonitoring secara berkala,”paparnya.

Kepala BP2JK Jawa Tengah, Yanuar Munlait S.T., M.Tech. juga berharap kedepannya dapat bekerjasama dan berhasil menyelesaikan paket – paket dengan baik.

“Saya berharap para penyedia jasa benar – benar berkomitmen untuk bisa menyelesaikan paket – paket pekerjaan dengan baik sehingga bisa selesai dan tidak menyulitkan,” pesannya. (BBWSBS/Fira-Remares)

Sertijab di Lingkungan Ditjen SDA BBWS Bengawan Solo

Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) di lingkungan Ditjen SDA yang diikuti oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (07/03/2022). Serah Terima Jabatan kali ini dilaksanakan secara jarak jauh (teleconference) melalui Zoom Meeting dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid – 19.

Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan pula kegiatan yang akan berlangsung di tahun 2022 kedepannya antara lain KPP, renovasi dan pengendalian banjir dengan harapan untuk melakukan perbaikan yang lebih baik lagi. Oleh karenanya, para pejabat yang baru saja dilantik diminta untuk mendukung dan mendampingi kegiatan yang ada di struktural.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko Sp-1 dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik dan berharap kedepannya mampu terus berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menjalankan tugas.

Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BBWS Bengawan Solo yang dilantik pada kesempatan ini adalah Heriantono Waluyadi, ST,. MT. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengadaan Tanah di Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).

Di akhir sambutannya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko Sp-1 turut berpesan kepada seluruh pejabat untuk selalu berhati – hati dalam menggunakan kata hati,

“Selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik, saya yakin Bapak dan Ibu dapat bertugas dan memberikan yang terbaik. Selalu berhati – hati dalam menggunakan kata hati, integritas, berani, kuat, dan kreatif dalam menjalankan kewajiban yang baru saja diberikan ini,” paparnya. (BBWSBS/Fira-Remares)

Penanganan Banjir dan Genangan di Kota Surakarta

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggandeng seluruh unsur baik pemerintah maupun non pemerintah dalam pelaksanaan penanganan banjir dan genangan khususnya di Kota Surakarta, mengadakan Webinar secara hybrid di Gedung Balaikota Surakarta dan melalui Zoom Cloud Meetings pada Selasa, (02/03/2022). Webinar yang dihadiri peserta dari instansi/ SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, Pegawai BBWS Bengawan Solo, Akademisi, Jurnalis, dan Komunitas Peduli Sungai tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Kegiatan webinar secara virtual yang bertajuk “Penanganan Banjir dan Genangan di Kota Surakarta” tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan informasi mengenai permasalahan pengendalian banjir dan pengelolaan drainase baik secara umum maupun di daerah Kota Surakarta.
Memberikan sambutannya, Kepala Bidang PJSA BBWSBS, Naryo Widodo, ST, MT, menyampaikan permasalahan banjir yang terjadi di Kota Surakarta yang diantaranya karena kurangnya keterpedulian banjir oleh masyarakat sekitar.

“Kegiatan webinar kali ini bertujuan agar kedepannya BBWS Bengawan Solo dapat menerima berbagai masukan terkait permasalahan banjir di Kota Surakarta. Sehingga kedepannya BBWSBS dalam mengelola sungai dapat berjalan dengan baik dan genangan di Kota Surakarta dapat berkurang,” paparnya.

Memberikan Keynote Speech melalui daring, Dirjen SDA, Ir. Djarot Widyoko, menyampaikan berbagai permasalahan banjir di Indonesia dan menyarankan serta mendorong masyarakat untuk menyimpan air dari cara yang kecil di sekitar rumah hingga membuat embung dan bendungan.

“Semoga kegiatan ini bisa dijadikan momentum untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap Sumber Daya Air dan membangun sinergitas dengan pemerintah di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Kota Surakarta dan memperoleh saran serta masukan atas pelaksanaan kegiatan penanganan banjir dan genangan di Kota Surakarta,” paparnya.

Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut adalah, Direktur Sungai dan Pantai, Ditjend SDA, Ir. Bob Arthur Lombogia, M. Si yang menyampaikan tentang kebijakan dan peraturan terkait pengendalian dan pengelolaan sungai dan drainase di Indonesia secara umum, Kepala BMKG Provinsi Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko, S.Kom. M.Kom, terkait Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Bencana Banjir.
Kemudian yang mewakili Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta, Suhono, S.T, terkait Sungai-Sungai dan Drainase di Kota Surakarta Serta Permasalahannya, Direktur Yayasan Arkom Indonesia, R. Yuli Kusworo, ST., M.Sc., terkait Aspek Sosial Kemasyarakatan dalam Pengendalian Banjir dan Genangan, dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Dr. Techn Ir. Solichin As’ad, MT, terkait Perkembangan Teknologi Pengendalian Banjir dan Pengelolaan Drainase di Daerah Perkotaan, dan Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech yang menyampaikan terkait pelaksanaan pengendalian banjir di Kota Surakarta yang telah dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo. Selaku moderator pada webinar adalah Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih.
Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam paparannya menyampaikan Rencana kegiatan pengendalian banjir di Kota Surakarta serta kendala dalam pelaksanaan pengendalian banjir di Kota Surakarta.
“Kami ingin menyamakan satu persepsi mengenai banjir dan genangan dimana banjir adalah rendaman yang bertahan 1×24 jam dengan ketinggian lebih dari 40cm. Sedangkan genangan kurang 1×24 dengan ketinggian kurang dari 40cm. Sehingga diharapkan kegiatan ini sebagai langkah awal dalam pelaksanaan penanganan banjir di Kota Surakarta sehingga kedepannya dapat dilaksanakan dengan baik, berkelanjutan, serta tidak menimbulkan konflik di dalam pelaksanaannya,” paparnya. (BBWSBS/ Fira).

Dukungan Pemda Jadi Kunci Kelanjutan Pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama pejabat di lingkungan  Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan rapat koordinasi (rakor) Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang diadakan oleh Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (27/1). Koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Koordinasi ini, membahas mengenai percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko sekaligus peran yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya.

Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat.

Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi.

Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tulus Hutagalung mengatakan keberadaan Bendung Gerak Karangnongko ini nanti akan memberikan manfaat juga bagi 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.746 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko dapat bermanfaat cukup luas bagi masyarakat. DI Karangnongko ini merupakan salah satu manfaat yang nantinya akan didapat masyarakat setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga proses menuju konstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala,” ujarnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan perlu adanya koordinasi mengenai progres pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mekanisme/tahapan dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan kedepannya.

“Dengan adanya rakor ini terjalin kerjasama serta dukungan Pemerintah Daerah untuk memperlancar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Penandatanganan Kontrak Paket Tender/Seleksi Dini TA. 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menghadiri acara Penandatanganan Kontrak Secara Offline Paket Tender/Seleksi Dini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2022 di Aula Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah- DI Yogyakarta, Jalan Soekarno – Hatta KM.26 Karangjati, Kabupaten Semarang, Senin (24/01/2022).

Acara penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Nomor UM.0102-Sj/15 yang terhubung secara daring melalui video conference dan diikuti oleh tamu undangan dari Pejabat Unit Pelayanan Teknis dan Penyedia Jasa Pemenang Tender/Seleksi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh PPK Perencanaan dan Program untuk menandatangani paket pekerjaan SID/DD Rehabilitasi Partisipatif DI Pacal dengan penyedia jasa PT. Bina Buana Raya KSO dan PT. Tricons Karya Mandiri senilai Rp. 1.295.470.000,- dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender.

Diharapkan nantinya pekerjaan tersebut bisa dikerjakan sebaik-baiknya dan para penyedia jasa dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak, dengan menerapkan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. (BBWSBS/Fira)

Semangat Natal Menjadi Inspirasi bagi BBWS Bengawan Solo untuk Bekerja Lebih Baik Lagi

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengikuti jalannya acara Perayaan Natal 2021 secara virtual di Kantor BBWS Bengawan Solo, Sukoharjo, Jumat (14/01/2022) malam. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), John Wempi Wetipo, SH, MH., dengan mengusung tema “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakan Persaudaraan”.

Melalui tema tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bersama dalam mewujudkan karya bakti membangun infrastruktur yang handal untuk Indonesia, sebagaimana kasih Allah kepada seluruh umat manusia. Dimana, infrastruktur tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dan merata oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo, SH, MH berpesan agar umat Nasrani agar memahami arti penting dari Hari Raya Natal yang mengajarkan kebaikan, kesederhanaan, dan cinta kasih kepada sesama manusia.

“Dalam suasana Natal ini hendaknya kita memahami arti penting dari peringatan yang secara prinsip mengajarkan tentang kebaikan, kesederhanaan, perhatian kepada kaum lemah dan cinta kasih kepada sesama. Semoga damai suka cita dan kebahagiaan Natal menyertai semangat untuk mewujudkan kehidupan yang penuh damai dan persahabatan sebagaimana Natal kali ini, hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang,” ujarnya dalam sambutan.

Sedangkan, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono juga mengucapkan Selamat Natal 2022 melalui video singkat saat berada di Bypass Mandalika. Natal menjadi momentum penting untuk saling menguatkan persaudaraan tanpa membedakan suku dan golongan.

“Dalam momen Natal 2022 ini, saya juga mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru bagi umat yang merayakannya,” ujarnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan Hampir dua tahun pandemi membekap kehidupan kita, dua tahun pula saudara-saudaraku umat Kristiani melalui Hari Natal dalam keterbatasan ini.

“Saya berharap pandemi tidak mengurangi kegembiraan dan keceriaan Anda semua merayakan Natal bersama orang-orang tersayang,” katanya.

Semoga Damai Natal menyertai. Gloria in exelcis Deo, damai di bumi, damai di hati. Selamat Natal 2021 dan Selamat Tahun Baru 2022. (BBWSBS/Tamara-Ferri)

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Pidekso yang berada di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Selasa (28/12/2021).

Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahli Lahadalia. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Pidekso yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik, meningkatkan indeks pertanian di kabupaten wonogiri dari 133% ke 240%.

Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Jokowi mengatakan pada hari ini dua bendungan telah diresmikan yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Nantinya dua bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim Bendungan Pidekso yang berada di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah pada siang hari ini saya nyatakan diresmikan,” ujar Presiden.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan Bendungan Pidekso telah diinisiasi sejak tahun 2014, dan berjalan hingga 2018 untuk pembebasan lahan. Dilanjutkan pada tahun 2018-2021 untuk konstruksi.

“Untuk konstruksinya ini lebih cepat dari rencana target sesuai kontrak yang harusnya selesai pada 2022 akhir,” katanya.

Jarot mengatakan, fungsi utama Bendungan Pidekso untuk mengairi irigasi lahan pertanian seluas 1.500 ha, sehingga diharapkan akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari sekali dalam setahun, bisa menjadi tiga kali setahun dengan pola tanam padi, padi, dan palawija.

“Bendungan multifungsi ini juga untuk memenuhi kebutuhan air baku warga Wonogiri dengan kapasitas 300 liter/detik. Ditargetkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan air bakunya akan selesai 2023,” ujar Jarot.

Selanjutnya dikatakan Jarot, bendungan tersebut juga untuk mereduksi debit banjir, sekitar 11%. Menurutnya bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini merupakan satu kesatuan pengelolaan sungai yang terhubung ke Waduk Serba Guna Kabupaten Wonogiri atau dikenal dengan sebutan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dibangun dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1981 tepat di bagian hilir.

“Bendungan ini juga memiliki potensi destinasi pariwisata baru, yang pengembangannya akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutur Jarot.

Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan dengan selesainya konstruksi bendungan yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) ini juga akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang sumber airnya dari bendungan.

“Selanjutnya jaringan irigasi premiumnya akan dibangun tahun 2022 hingga 2023, dan segera difungsikan pada 2024 sepanjang 36 km,” ujar Agus.

Agus menyatakan, pembangunan bendungan yang dilaksanakan kontraktor PT. PP, dengan konsultan supervisi PT. Virama Karya dilaksanakan dengan mengadopsi kearifan lokal dalam desain fasilitas umumnya.

“Kita gunakan desain bentuk watu item/watu ireng yang kita aplikasikan di bangunan gedungnya, rumah dinas, dan gardu pandang,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)