/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Monitoring Progres Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di kabupaten Madiun.

Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pekerjaan rehab bendung, penggantian pintu intake, penggantian pintu penguras, pekerjaan rehab sypon, pekerjaan rehab saluran primer (lining saluran), dan pekerjaan normalisasi saluran sekunder.

Dalam arahannya, Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dikerjakan sesuai dengan targetnya. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.

Sebagai informasi, sumber air irigasi pada D.I SIM berasal dari sungai Madiun yang dibendung di Bendung Jati. Bendung Jati dibangun pada tahun 1911 dengan debit maksimal 4.000 lt/d dan didukung oleh 8 bendung suplesi dengan total kebutuhan air D.I SIM sebesar 14.529 lt/dt.

Dari kegiatan tersebut diketahui progres pengerjaan D.I SIM di Kabupaten Madiun sudah mencapai 53,97% pada Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 49,21% pada Agustus 2021.

Tak hanya melakukan monitoring progres pekerjaan, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, melakukan kegiatan lanjutan dengan berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, Jawa Timur.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, menyambut kedatangan rombongan BBWSBS dan memberikan sambutannya serta mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dikerjakan oleh BBWSBS untuk kabupaten Madiun. Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan 6 kerja BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Fira)

Direktorat Jenderal SDA Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Pembangunan infrastruktur merupakan cerminan pembangunan suatu bangsa kedepannya yang dikerjakan oleh sumber daya manusia berkompeten dan sesuai bidangnya. Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan Pelantikan Pejabat Fungsional secara serentak melalui media elektronik/teleconference dengan 242 peserta yang dilantik. Kegiatan pelantikan tersebut dilaksanakan pada masing-masing unit kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam sambutan pidatonya, Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, selaku Direktur Jenderal (Dirjen) SDA menyampaikan harapannya kepada para pejabat yang dilantik untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan apa yang sudah dibebankan. “Semoga yang telah disumpah dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang telah dibebankan” paparnya.

Adapun pejabat di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang dilantik, yakni Dwi Tisnawati, A.Md dengan jabatan fungsional Pranata Keuangan APBN, Yosi Mahendra Pramudianto, ST dengan jabatan fungsional Teknik Pengairan, dan Putri Mayang Sari, S.Sos dengan jabatan fungsional Pranata Keuangan APBN.

Sebelum menutup pidatonya, Jarot Widyoko juga berpesan agar nantinya para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugasnya dengan hati nurani dan menerapkan disiplin di lingkungan kerja. “Kami berharap saudara-saudara yang disumpah dapat melaksanakan tugas dengan hati nurani dan menerapkan disiplin di lingkungan kerja. Laksanakanlah apa yang telah menjadi amanah dan jangan sampai menyalahgunakannya,” harapnya.

Pejabat yang telah diberikan amanah diharapkan dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan, serta melayani masyarakat baik dalam dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia. (BBWSBS/Fira)

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan P3TGAI Provinsi Jawa Tengah

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) provisi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Surendro Adi Wibowo, S.T., M.PSDA, Konsultan Manajemen pada PPK OP SDA II BBWS Bengawan Solo, Sigit Budi Widigyo, ST, dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Provisinsi Jawa Tengah . Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, (16/06/2021) sebelumnya telah diberlakukan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, latar belakang kegiatan P3TGAI tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan Nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, memperhatikan kebutuhan setiap orang sehingga tercipta kesetaraan, dan mendukung percepatan program Padat Karya dalam rangka perlindungan sosial ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan P3TGAI provinsi Jawa Tengah juga ditunjukan hasil Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan P3TGAI tahap II TA 2020 oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo. Tak hanya itu, disebutkan pula rencana tindak lanjut kegiatan P3TGAI kedepannya.

“Rencana tindak lanjut kegiatan P3TGAI dua minggu kedepan yakni Evaluasi dan Monitoring Kegiatan P3TGAI terutama masalah teknis dan administrasi. Kemudian kemutakhiran Database mengingat pekerjaan fisik rata-rata sudah diatas 50%, Pencairan termin 2 (30%), pendampingan pelaporan adminsitrasi dan teknik, dan penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pekerjaan terkait pandemi Covid-19,” paparnya.

Kemudian, kegiatan berlanjut dengan pemberian materi pendampingan pelaksanaan kegiatan swakelola PTGAI oleh perwakilan kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Tengah. “Diharapkan pelaksanaan tugas nantinya menurut prinsip P3TGAI yaitu Partisiatif, Transparansi, Pemerataan, dan Akuntabilitas,” paparnya.

Selanjutnya, kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan P3TGAI provinsi Jawa Tengah yang juga dihadiri oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sragen berlanjut dengan kegiatan diskusi. Di akhir acara, Kepala Satker OP SDA mengucapkan terima kasih atas usulan yang telah diberikan. “Untuk usulan kegiatan nantinya kami akan cek ke lapangan, apapun masukannya mohon untuk disampakan karena kami akan berupaya menyelesaikan masalahnya,” paparnya. (BBWSBS/Fira).

Koordinasi BBWS Bengawan Solo Terkait Pengembangan Infrastruktur SDA di Bojonegoro

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Ir. Isgiyanto, MT melakukan koordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (08/06/2020). Kegiatan koordinasi tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah dan Kepala BBWS Bengawan Solo turut membahas progress pengembangan infrastruktur SDA di kawasan hilir. Beberapa progress kegiatan tersebut terkait rencana impounding dan peresmian Bendungan Gongseng. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng berada di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada tahun 2014. Tipe bendungan tersebut berupa urugan dengan inti batu .

Pembangunan Bendungan Gongseng sangat diperlukan dalam rangka pengembangan insfrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, koordinasi BBWS Bengawan Solo dengan Bupati Bojonegoro juga terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Pejok dan Bendung Gerak Karangnongko. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas.

Agus Rudyanto menyebut jika pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro telah mendapat dukungan penuh oleh Pemerintah setempat. “Prinsipnya Pemkab mendukung upaya percepatan untuk semua kegiatan strategis BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro“ paparnya. (BBWSBS/Fira)

Dirjen SDA Tinjau Infrastruktur Bendungan Di Wilayah Sungai Bengawan Solo

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1 bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. beserta pejabat dan staf BBWSBS lainnya, melakukan monitoring infrastruktur di Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dan Waduk Kedung Uling, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Selasa (20/4). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Monitoring tersebut sekaligus untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi banjir yang merupakan bencana tahunan di musim hujan. Sesuai dengan kebijakan dalam pembangunan infrastruktur ketahanan bencana mencakup pengembangan infrastruktur tangguh bencana dan penguatan infrastruktur vital, pengelolaan terpadu kawasan rawan bencana, serta restorasi dan konservasi daerah aliran sungai.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. “Kami sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” ujarnya.

Jarot menambahkan diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal. “Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk memperhatikan pekerjaan yang ditanganinya. Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Perlu adanya kesiapsiagaan apabila terjadi bencana,” katanya.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan selalu menjalin komunikasi antar instansi. Hal itu dilakukan untuk bertukar informasi antar satu dengan yang lainnya sehingga jika suatu hari terjadi permasalahan tentang Sungai Bengawan Solo dapat segera diselesaikan. ”Tugas kita bersama untuk dapat mencari solusi terbaik tentang permasalahan Sungai Bengawan Solo,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021).

Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato.

Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik.

Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan.

“Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras.

“Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya.

Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).

Sinergitas-pengelelolaan-sungai

Sinergitas Pengelolaan Sungai Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang memiliki nilai historical yang tak lekang oleh waktu. Hingga hari ini sungai terpanjang di Pulau Jawa ini mengalir sampai jauh menghidupi masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tak hanya kokoh berdiri, seiring berjalannya waktu keberadaan Sungai Bengawan Solo juga memberi hadiah seperti banjir, kekeringan, pencemaran, perubahan struktur sungai dan lain-lain bagi masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu, dalam rangka menyelesaikan permasalahan atas pengelolaan dan dampak Sungai Bengawan Solo dilaksanakan kegiatan Forum Komunikasi (Sinergitas) Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur dengan tema Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Selasa (29/09/2020).

Wakil Ketua DPRPD Provinsi Jawa Timur Anwar Zadad dalam sambutannya menyampaikan agar kita bersinergi dalam mengelola Sungai Bengawan Solo agar fungsi Sungai Bengawan Solo senantiasa bermanfaat untuk anak cucu di masa mendatang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H Emil Elestianto Dardak, B.Bus, M.Sc turut hadir secara virtual dan menyampaikan materi tentang Bengawan Solo dalam Konteks Sebagai Hajat Hidup Masyarakat Jawa Timur. Emil berpesan dalam pengelolaan Sungai Bengawan solo diperlukan sinergitas anatar instansi pemerintah, pihak swasta, komunitas dan masyarakat.

Turut hadir pula secara virtual Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP yang menyampaikan materi tentang Simpang Siur Penanganan dan Tarik Ulur Kewenangan Pengelolaan Sungai Bengawan Solo. Ganjar menegaskan bahwa masing-masing punya peran dan kontribusi dalam pengelolaan Sungai Bengawan Solo.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bupati dan Walikota di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Bappeda Dinas PU SDA Jawa Tengah dan Jawa Timur, Pemerhati Lingkungan dan BBWS Bengawan Solo baik hadir secara langsung maupun secara virtual.

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Bob Arthur Lombogia, M.Si memaparkan tentang Sungai Kita Sungai Bengawan Solo yang ditegaskan dengan aksi nyata bersama warga masyarakat di sepanjang Sungai Bengawan Solo seperti kegiatan komunitas dan lain-lain.

Dr. Nani Hendiati Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Maritim dan Investasi turut memaparkan tentang Sinergi Multipihak Pengelolaan Hulu-Hilir DAS Bengawan Solo (Pembelajaran Dari Citarum). Nani berpesan bahwa mengelola sungi diperlukan pendampingan masyarakat yang baik dari berbagai stakeholder.

Mr. Martin Hasson Country Director Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit melalui virtual memaparkan tentang Technical Cooperation on Green Infracture, dalam paparannya Ia menyampaikan pengelolaan sungai harus kompak dari hulu sampai ke hilir.

Dalam Forum Komunikasi hari ini Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech berkesempatan menyampaikan tentang Sinergitas Penanganan Poblematika Sungai Bengawan Solo, Ia menjelaskan bahwa setiap bulan BBWS Bengawan Solo rutin melakukan pengecekan kualitas air di 30 titik lokasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Melalui kegiatan cek kualitas air beliau menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo senantiasa menjaga kualitas air di sepanjang Sungai Bengawan Solo.

Dan materi terakhir yang disampaikan dalam Forum hari ini adalah tentang Mengembalikan Fungsi Sungai Bengawan Solo untuk Keberlangsungan Kehidupan yang disampaikan oleh Komunitas Ecoton . Komunitas Ecoton adalah Komunitas Peduli Sungai yang tumbuh dan berkembang di Jawa Timur yang memiliki banyak kegiatan pelestarian sungai yang melibatkan masyarakat.

Melalui Forum Komunikasi (Sinergitas) Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur dalam Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo diharapkan dapat menjalin komunikasi antar instansi dan pemerhati lingkungan, bertukar informasi antar satu dengan yang lainnya, saling belajar, sehingga jika suatu hari terjadi permasalahan tentang Sungai Bengawan Solo dapat saling kompak dalam menyelesaikan dan Sungai Bengawan Solo dapat senantiasa bermanfaat bagi masyarakat disekitar. Menjadi tugas kita berama untuk dapat mencari solusi terbaik tentang permasalahan Sungai Bengawan Solo sekarang, besok dan selamanya (bbwsbs/sita).

Sarasehan Nguri-uri Kali Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Sarasehan Komunitas Peduli Sungai di Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo, di Papan Kawruh Tirta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/09/2020). Acara yang bertajuk Nguri-uri Kali Bengawan Solo tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kalangan akademisi, serta komunitas peduli sungai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Direktur Bina Operasi dan pemeilharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan banyaknya industri-industri yang menghasilkan limbah cair serta tambahan limbah domestik dari industri yang berdiri dan beroperasi di sepanjang hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo, timbulah permasalahan pencemaran yang dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan organisme air serta kualitas air.

 

Lebih lanjut, Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A. juga melihat kondisi permasalahan pencemaran di Sungai Bengawan Solo saat ini sudah menjadi isu strategis regional (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan harus menjadi perhatian kita bersama. Kami sangat berharap, dimulai dan berawal dari rekan-rekan Komunitas Peduli Sungai, sukarelawan serta pemerhati lingkungan sebagai garda terdepan dalam penanganan, pemantauan dan pengawasan pencemaran di Sungai Bengawan Solo.

 

“Saya berharap BBWS Bengawan Solo selaku pengelola SDA di WS Bengawan Solo, kedepannya selalu melakukan pembinaan kepada rekan-rekan komunitas dan sukarelawan, baik dari pendampingan dan melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan kelembagaan SDA seperti halnya kegiatan pada hari ini yaitu Sarasehan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo,” pesannya.

 

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., juga menambahkan bahwa upaya menjaga kualitas sungai ini tidak mungkin bisa apabila hanya dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo sendiri. Oleh karena itu, melalui kegiatan sarasehan akan terjalin kerjasama antara pemerintah dan masyarakat di dalam penanganan pencemaran sungai dalam rangka nguri-uri Sungai Bengawan Solo.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala DPUPR Kota Solo, Ir. Endah Sitaresmi Suryandari, bahwa menangani permasalahan sungai merupakan hal yang sangat kompleks, sehingga perlu menjadi perhatian bersama. “Mudah-mudahan melalui kegiatan sarasehan ini dapat kita hasilkan ide-ide baru dan langkah apa yang bisa kita lakukan dalam penanganan pencemaran sungai khususnya di WS Bengawan Solo.”

 

Acara tersebut dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Muhammad Rois Rizal Nugroho selaku Ketua Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Solo dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sebelas Maret (UNS), Akhmad Romdon, S.Sos., M.A., yang dilanjutkan dengan diskusi. Adapun hasil sarasehan tersebut adalah koordinasi lanjutan seperti peningkatan sinergitas antara pemerintah dengan Komunitas Peduli Sungai sebagai upaya dalam penanganan pencemaran Sungai Bengawan Solo dengan berperan secara proaktif dalam mengedukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan, pemantauan, dan pengawasan pencemaran di sungai untuk mewujudkan kelestarian SDA.

 

Acara diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Bersama Sinergitas Pemerintah dan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Pengawasan Pencemaran Sungai di WS Bengawan Solo. (BBWSBS/Ferri)

Koordinasi Pembangunan Infrastuktur SDA di Wilayah Kabupaten Ponorogo

Pembangunan Infrastuktur merupakan suatu keniscayaan dalam membangun suatu daerah. Dengan infrastruktur yang baik perekonomian semakin maju dan berkembang. Pada kesempatan ini, Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., berserta rombongan Komisi V DPR RI yang membidangi infrastuktur dan perhubungan, melaksanakan kunjungan kerja spesifik di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (17/09/2020). Dalam Agenda kunjungan kerja tersebut, Komisi V DPR RI meninjau beberapa lokasi pekerjaan infrastruktur dan transportasi.

Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., dalam forum diskusi yang diselenggarakan di Pendopo Kantor Kabupaten Ponorogo juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur mutlak dikerjakan khususnya bendungan, yang digunakan untuk pengelolaan sumber daya air (SDA), salah satunya seperti Bendungan Bendo yang ada di Kabupaten Ponorogo.

“Progres total pembangunan Bendungan Bendo saat ini sudah mencapai 79.79%. Dan nantinya dapat mengairi lahan irigasi seluas 7.800 Ha. Selain itu dapat menghasilkan air baku sebesar 370 liter/detik dan meningkatkan intensitas tanam daerah irigasi (D.I.) Bendo dari 150% menjadi 270% dan D.I. Jati dari 25% menjadi 225%. Bendungan Bendo juga dapat mereduksi banjir dari 594,79 m3/detik menjadi 297,39% m3/detik. Sedangkan pada tahun ini ada 64 desa di Kabupaten Ponorogo yang mendapatkan peningkatan jaringan irigasi tersier dengan padat karya tunai (PKT) melalui program P3TGAI,” pesannya.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ri, Nurhayati, juga berharap melalui kunker spesifik dan diskusi ini dapat bekerjasama dalam pemerataan pembangunan infrastuktur yang ada di Kabupaten Ponorogo. “Melalui pelaksanaan program PKT pada beberapa proyek infrastuktur yang berjalan, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil di tengah pandemi Covid-19, sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN),” imbuhnya.

Bupati Ponorogo, Drs. Ipong Muchlissioni, mengatakan pihaknya bersyukur dan berterima kasih karena mendapatkan bantuan infrastuktur baik di bidang SDA maupun pertanian. “Kabupaten Ponorogo memiliki wilayah yang luas meliputi 21 kecamatan. Oleh karena itu, perlu sorotan dan perhatian dari pemerintah pusat agar pembangunan di Bumi Reog ini semakin merata. Semoga melalui forum diskusi ini dapat mengantarkan Kabupaten Ponorogo yang lebih maju,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Pembekalan Pejabat Perbendaharaan Ditjen SDA TA 2019

Dalam rangka mewujudkan Good Governance dalam bidang pengelolaan keuangan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR menyelenggarakan Kegiatan Pembekalan Pejabat Perbendaharaan di lingkungan Ditejn SDA Tahun Anggaran 2019 yang dilakukan pada hari Rabu sampai Jum’at tanggal 28 sampai 30 Agustus 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 66 satuan kerja di Ditjen SDA yang bertujuan untuk membahas PP No 50 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PP No 178/PMK.05/2018 TENTANG Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No 190/PMK/05/2012 tentang Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PMK 196/PMK.052018 tentang Cara Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah dan Langkah-langkah Pelaksanaan APBN akhir tahun Anggaran 2019.

Dalam acara pembukaan Muhammad Arsyadi, ME selaku Sekertaris Direktorat Jenderal SDA menyampaikan bahwa pemakaian kartu kredit harus hati-hati jangan sampai ada kesalahan agar saat belanja berjalan dengan lancar sehingga apa yang kita lakukan sesuai dengan Peraturan yang berlaku (BBWSBS/sita)