/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Pendampingan Penyusunan dan Pengendalian Penerapan Manajemen Risiko BBWS Bengawan Solo dan Balai Teknik Sungai

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Balai Teknik Sungai menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Pengendalian Penerapan

Manajemen Risiko (MR) pada Kamis, (09/09/2021) di Kantor BBWS Bengawan Solo. Kegiatan yang dihadiri oleh pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dan Balai Teknik Sungai tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Manajemen risiko merupakan hal yang penting dalam pekerjaan infrastruktur, terkhusus pada proyek pembangunan. Proses manajemen risiko adalah penerapan kebijakan, prosedur, dan praktik manajemen yang bersifat sistematis atas aktivitas penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, respon risiko, pemantauan, serta informasi dan komunikasi. Tujuan manajemen risiko secara umum adalah untuk melindungi dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian tujuan, mendorong setiap pegawai untuk hati-hati dalam
bertindak.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk menjadi pendamping penyusunan dan pengendalian penerapan manajemen risiko. “Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada BBWS Bengawan Solo untuk menjadi Pendamping Penyusunan dan Pengendalian Penerapan Manajemen Risiko (MR). Semoga nantinya kita bisa mendapatkan kebaikan yang bisa diterapkan kedepannya di BBWS Bengawan Solo maupun Balai Teknik Sungai,” paparnya.

Turut memberikan sambutan, Kepala Balai Teknik Sungai, Marasi Deon Joubert, ST,
MPSDA menyatakan jika kegiatan ini dapat menambah pemahaman tentang manajemen risiko. “Pendampingan kegiatan ini bermanfaat dalam menambah pemahaman tentang manajemen risiko untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur dalam penerapan MR yang baik,” ucapnya.

Turut hadir dan memberikan arahannya, Direktorat Kepatuhan Intern, Mochamad Mazid, ST, Sp-1 menyebut jika kegiatan ini sebagai bentuk masukan bagi pelaksanaan MR di tahun 2021. Selain itu, Mochamad Mazid juga mengungkap jika perlu dilakukan pengawalan dalam penerapan manajemen risiko. “Kegiatan ini sebagai bentuk masukan bagi pelaksanaan manajemen risiko di tahun 2021 sekaligus persiapan di tahun 2022. Harus dilakukan pengawalan dari sisi kinerja karena budaya sadar resiko harus kita jalankan mulai dari level pimpinan sampai dengan jajarannya,” paparnya (BBWSBS/ Safira Dita)

Sosialisasi Pengadaan Tanah Pembangunan Jaringan Irigasi D.I Pidekso di Kabupaten Wonogiri

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengadakan Sosialisasi Pengadaan Tanah Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I) Pidekso di Kantor Bupati Wonogiri pada Selasa, (07/09/2021). Perwakilan dari BBWS Bengawan Solo yang hadir pada kegiatan ini adalah Subkoordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo, Adiel Putra Wijaya, ST., M.Eng, PPK Pengadaan Tanah BBWS Bengawan Solo Anisa Hayu Widwiasih, SE, dan Tim PPK IRWA I BBWS Bengawan Solo. Kegiatan yang diadakan di Kantor Bupati Wonogiri ini sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.Kegiatan Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh 15 perwakilan Kepala Desa/Lurah yang terdampak pembangunan Daerah Irigasi Pidekso

Jaringan irigasi D.I Pidekso diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Sebagai wilayah konservasi, adanya Jaringan Irigasi D. I. Pidekso yang mengairi area irigasi seluas 1.500 Ha akan meningkatkan intensitas tanam dari 133% ke 240%, dengan kebutuhan tanah untuk jaringan irigasi seluas 412.061 m2. Pengadaan tanah yang direncanakan di tahun 2021-2022 ini nantinya akan berlanjut pada pembangunan fisik jaringan irigasi di tahun 2023 sampai tahun 2024.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang diwakili oleh PPK Pengadaan Tanah BBWS Bengawan Solo berharap agar masyarakat mau mendukung salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, “Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat khususnya Pemkab Wonogiri untuk pengadaan tanah ini, karena nantinya ini akan menjadi salah satu infrastuktur untuk mendukung ketahanan pangan dan kemakmuran masyarakat khususnya di Kecamatan Baturetno dan Kecamatan Giriwoyo,” paparnya.

Menanggapi pernyataan BBWS Bengawan Solo, Bupati Wonogiri menyatakan jika Pemkab Wonogiri memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Bupati Wonogiri juga mengungkap jika nantinya kegiatan sosialisasi akan digelar pada level kecamatan. “Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Nantinya kegiatan sosialisasi akan digelar di tiap kecamatan atau di level kecamatan dengan menghadirkan seluruh kepala desa dengan tujuan memberikan ruang yang seluas luasnya untuk masyarakat,” paparnya. (BBWSBS/ Safira Dita)

Disertasi Model Simulasi Debit Pemeliharaan Sungai Bengawan Solo untuk Mendukung Kemajuan SDA

Penelitian dengan judul Model Simulasi Debit Pemeliharaan Sungai Bengawan Solo Program Doktor Teknik Sumber Daya Air (TSDA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya, telah mengantarkan Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, meraih gelar Doktor, Rabu (01/08/2021).

Sri Wahyu Kusumastuti berhasil mempertahankan disertasinya yang dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Adapun kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebagai promotor Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusri M.Sc, Co-Promotor Ir. Moh. Solikhin MT, Ph.D, Penguji Internal Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih L., M.Sc, Penguji Tamu Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech. selaku Kepala BBWSBS, serta Penguji Eksternal Ir. Hari Suprayogi, M.Eng.

Disertasi tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya sumber pencemaran yang menyebabkan kualitas air Sungai Bengawan Solo tidak memenuhi baku mutu lingkungan, penurunan kualitas air terjadi terutama di musim kemarau, dan upaya menjaga kualitas air sungai dilaksanakan melalui pemantauan debit dan kualitas air di Sungai Bengawan Solo dan anak-anak sungainya.

Tujuan Desertasi tersebut untuk menganalisis debit pemeliharaan sungai dalam berbagai kondisi untuk menurunkan beban pencemaran Sungai Bengawan Solo, mendapatkan model debit pemeliharaan Sungai Bengawan Solo yang optimal, dan menganalisis pengaruh point source terhadap beban cemaran pada Sungai Bengawan Solo.

Sri Wahyu Kusumastuti berharap agar penelitian Model Simulasi Debit Pemeliharaan Sungai Bengawan Solo tersebut dapat bermanfaat bagi pengelola wilayah Sumber Daya Air khususnya di wilayah sungai sehingga nantinya penelitian ini dapat diaplikasikan dalam mengelola badan air khususnya di sungai.

Diharapkan juga kedepannya pejabat di lingkungan BBWSBS yang telah menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang Doktoral dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, serta memberikan sumbangsih keilmuan untuk kemajuan bidang SDA baik dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di bidang SDA.(BBWSBS/Fira)

Monitoring Progres Pekerjaan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Selasa, (24/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Bendungan Pidekso yang ditargetkan segera tuntas. Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo tersebut diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA
tersebut telah mencapai progres yakni 75,86 % pada 23 Agustus 2021 melebihi rencana 75,84% pada 23 Agustus 2021. Diketahui, Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan
Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Oktober 2021. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.(BBWSBS/Fira-MG Alfida).

Pertemuan Konsultasi Masyarakat DD Penanganan Kali Anyar di Kota Surakarta

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengadakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) tahap I pekerjaan Desain Detail (DD) penanganan Kali Anyar di Kota Surakarta. Kegiatan PKM yang sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut dilakukan di Kecamatan Jebres dan Kecamatan Banjarsari pada Kamis-Jumat (27-28/05/2021).

Sebagai informasi, BBWS Bengawan Solo telah melakukan upaya penanganan pengendalian banjir yaitu konstruksi penanganan banjir Kota Surakarta yang dilakukan secara bertahap mulai tahun 2016.Penanganan banjir secara berkesinambungan tersebut bertujuan agar pengendalian banjir Kota Surakarta dapat tercapai secara optimal. Oleh karenanya, pekerjaan DD Penanganan Kali Anyar di Kota Surakarta dilakukan agar permasalahan banjir dapat segera ditangani.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., yang diwakilkan oleh Direksi Pekerjaan BBWS Bengawan Solo, Winda Agustin, ST. dalam sambutannya memaparkan tujuan kegiatan DD “Kegiatan PKM ini merupakan salah satu tahapan penyusunan Detail Desain untuk mendapatkan masukan/ aspirasi masyarakat dalam rencana penanganan Kali Anyar,” paparnya.

Selain itu, tujuan kegiatan DD Penanganan Kali Anyar di Kota Suarakarta untuk mendapatkan data terbaru agar penanganan sungai sesuai dengan kriteria desain konstruksi. Nantinya, hasil pekerjaan akan digunakan untuk penanganan , perbaikan, dan pemeliharaan Kali Anyar di Kota Surakarta dalam mengatasi banjir yang sering terjadi.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta, perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertahanan Kota Surakarta, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surakarta, dan Lurah setempat ini berlanjut dengan kegiatan diskusi bersama masyarakat sekitar untuk kelancaran kegiatan kedepannya. Beberapa masyarakat yang merupakan Ketua RT dan Ketua RW setempat turut menyampaikan aspirasi yang salah satunya meminta kepada BBWS Bengawan Solo agar penanganan Kali Anyar segera direalisasikan. (BBWSBS/Fira)

Purna Tugas Tak Berarti Purna Karya

Waktu berjalan begitu cepat dan pada setiap hal yang kita lakukan di dunia pasti punya masa untuk selesai, termasuk perihal pekerjaan. Seperti hari ini, Keluarga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sore menyelenggarakan Pelepasan Pegawai Purna Tugas di lingkungan wilayah Kantor Bojonegoro , Rabu (05/05/2021).

Purna Tugas yang akan mengakhiri pengabdiannya di BBWS Bengawan Solo sejumlah 2 orang yakni Suparto dan Alm Mustajab yang telah mengabdi di lingkungan Penyediaan Air Baku.

“Saya haturkan ucapkan terimakasih atas pengabdiannya kepada BBWS Bengawan Solo selama ini. Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.” Pesan Kepala BBWS Bengawan Solo dalam arahannya.

Acara yang sederhana namun penuh makna ini ditutup dengan doa bersama serta pemberian Piagam dan Cinderamata Purna Karya Bakti. Semoga kita semua dapat senantiasa berkarya melalui pengelolaan sumber daya air untuk negeri dan dunia tercinta, aamiin. (bbwsbs/sita)

P3TGAI Hidupkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur SDA

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama staff meninjau lokasi Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Dusun Jajar, Desa Sukosewu, Kecamatan Sukoseweu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/05/2021).

P3TGAI di lokasi ini dikerjakan oleh 15 orang dan saat ini Progres Fisik nya telah mencapai 23%. Pekerjaan yang telah dilaksanakan adalah galian tanah sedalam 120 m, pasangan batu 120 m dan plesteran 50 m. Dengan Pola Tanam Padi Padi Palawija yang dapat menghasilkan produksi 7 Ton/Ha para petani sangat antusias terhadap Program P3TGAI.

Dalam kesempatan ini Kepala BBWS Bengawan Solo berkesempatan berinteraksi langsung dengan Petani yang mengerjakan P3TGAI di saluran sepanjang 280 meter ini. Ia berpesan agar semua dapat terus bekerja dengan baik sampai saluran ini jadi dan nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat petani.

“Ayo terus semangat sampai saluran ini jadi agar nanti dapat menjadi teman baik dalam melakukan usaha tani!” Pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dengan penuh suka cita.

P3TGAI merupakan Program Padat Karya Tunai (Cash for Work) yang melibatkan partisipasi langsung dari masyarakat khususnya petani. sehingga masyarakat dapat semakin guyup rukun dalam melaksanakan kegiatan usahatani sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian (bbwsbs/sita).

Percepat Langkah Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Ir. Gunawan Setijadi, MM dan jajaran pemerintah Kabupaten Gresik melaksanakan Koordinasi yang membahas tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Timur diantaranya Penanganan Banjir Kali Lamong, Penanganan Banjir di Kawasan Bengawan Jero, Revitalisasi Kawasan Waduk Bunder dan Pembuatan Jabung Ring Dike di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik, Rabu (20/01/2021).

Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dalam paparannya menyampaikan bahwa salah satu kendala dalam Penanganan Banjir Kali Lamong adalah terkait Pembebasan lahan di Kabupaten Gresik, untuk tahun 2021 dan kedepannya kami mohon Kerjasama bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik.

“Harapan masyarakat Jawa Timur agar tidak terjadi banjir di sekitar Kali Lamong dan Bengawan Jero semoga dapat segera terealisasi, Dari diskusi pada hari ini semoga semua dapat dikerucutkan sehingga dapat dijalankan dengan baik untuk tahun 2021 sehingga pengelolaan Sumber Daya Air di Jawa Timur dapat dilaksanakan secara maksimaL” terang Wagub Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc.

Rombongan juga turut berkesempatan untuk meninjau langsng Waduk Bunder (Waduk Banjaanyar) di Desa Cerme, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Gresik. Infrastruktur yang memiliki luas 92 ha ini berlokasi strategis dan memiliki potensi yang besar.

“Studi Revitalisasi Waduk Bunder telah selesai dilaksanakan pada tahun 2020 dan direncanakan Waduk Bunder akan dapat bermanfaat untuk tempat penampungan air dan resapan, manfaat pertanian bagi masyarakat disekitarnya juga sebagai wisata baru di Kabupaten Gresik” ungkap Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto MT.

Rombongan turut meninjau kawasan rawan banjr seperti di daerah Tambak Jono dan juga meninjau Bendung Karet Lamongan I. Menutup kunjungan lapangan hari ini Kepala BBWS Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Wagub Jatim Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Ir. Gunawan Setijadi, MM menyampaikan optimisme dengan mengakselerasi pengelolaan sumber daya air di Wilayah Jawa Timur sehingga masyarakat tidak khawatir lagi terhadap bencana-bencana yang disebabkan oleh air. (bbwsbs/sita).

Tangkas Bersama Banjir di Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan merupakan sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang dilewati oleh 3 Sungai Besar yaitu Sungai Bengawan Solo sepanjang ±68 Km, Kali Blawi sepanjang ±27 Km dan Kali Lamong sepanjang ±65 Km. Kondisi tersebut mengakibatkan Kabupaten Lamongan memiliki air yang berlimpah pada saat musim penghujan dan mengalami kekurangan air saat musim kemarau. Kondisi ini menggambarkan bahwa Kabupaten Lamongan memerlukan pengelolaan sumber daya air secara maksimal.

Seperti hari ini Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi pejabat dan staff berkoordinasi bersama Bupati Lamongan H. Fadeli, SH, MM melaksanakan koordinasi terkait Penanganan Banjir di Kabupaten Lamongan di Kantor Sekertariat Daerah Kabupaten Lamongan, Rabu (20/01/2020).

Dalam pertemuan ini dilakukan pembahasan terkait proyek pengendalian banjir Kali Lamong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan terkait hal-hal apa saja yang menjadi urgensi dalam jangka pendek dan jangka panjang.

“Kami telah mengirimkan 4 pompa banjir di daerah yang terjadi genangan kritis sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi banjir” Pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Mengawali tahun 2021, BBWS Bengawan Solo turut memaparkan rancangan kegiatan tahun 2021 di Kabupaten Lamongan seperti Pengembangan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan dan Rawa, Pengendalian Banjir , Lahar, Pengelolaan Drainase Utama, Pengelolaan Bendungan, Danau dan Bangunan Penampung Air, Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku serta Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (bbwsbs/sita).

Dialog Interaktif Bertajuk Siaga Luapan Sungai Berpotensi Banjir

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Dr. Kuswaji Dwi Priyono Pengamat Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta berkesempatan menjadi narasaumber dalam dialog interaktif bersama Radio Republik Indonesia Pro 1 Surakarta bertajuk Siaga Luapan Sungai Berpotensi Banjir, Kamis (05/11/2020).

Dalam kesempatan ini Dr.Ir. Agus Rudyanto M.Tech menyampaikan bahwa penyebab banjir dikarenakan luapan sungai dan karena system drainase kota,Di Surakarta terdapat pertemuan beberapa sungai yakni Kali Pepe, Kali Gajah Putih, Kali Anyar serta Kali Premulung dengan Sungai Bengawan Solo.

Sebagai pengamat lingkungan, Dr. Kuswaji Dwi Priyono menyampaikan dengan situasi geografis Surakarta yang merupakan kawasan yang menjadi tempat pertemuan beberapa sungai sehingga diperlukan kesadaran dan partispasi masyarakat dalam mengendalikan banjir yang diwujudkan dengan menjaga kebersihan dirumah dan disekitar sungai. Kegiatan seperti menanam pohon dan penghijaun juga bisa diupayakan.
Kemudian Dr.Ir. Agus Rudyanto M. Tech menyampaikan rencana pada tahun 2021 Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan melanjutkan pekerjaan pembangunan tanggul di Kelurahan Pucang Sawit, Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah serta pembangunan Pintu Air Demangan Baru.

Untuk masa mendatang diharapkan kita dapat mengendalikan kejadian banjir dan apabila terjadi banjir diperlukan Kerjasama yang baik antara Instansi Pemerintah, Komunitas dan Masyarakat di sekitarnya, (bbwsbs/sita).